Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 26 Juni 2026
Puting Beliung Terjang Jembrana, Puluhan Rumah Rusak
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Angin puting beliung kembali melanda wilayah Kabupaten Jembrana pada Rabu (21/1/2026) dini hari.
Peristiwa cuaca ekstrem ini terjadi di lima kecamatan dan menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, sebagian besar pada bagian atap dengan kategori rusak ringan hingga sedang.
Selain merusak rumah warga, angin kencang juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi. Di Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, satu rumah warga dilaporkan tertimpa pohon sehingga atap bangunan mengalami kerusakan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan petugas telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan asesmen serta pendataan di seluruh wilayah terdampak.
“Saat ini terdata puluhan rumah mengalami kerusakan, terutama di bagian atap. Tim kami masih melakukan pendataan di lima kecamatan terdampak, termasuk rumah warga yang tertimpa pohon di Air Kuning,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban luka maupun korban jiwa akibat kejadian angin puting beliung tersebut.
Salah satu warga terdampak, Ni Luh Srianti, menceritakan detik-detik kejadian yang berlangsung sangat cepat. Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang di dalam rumahnya.
“Anginnya cepat sekali datang, tiba-tiba atap rumah saya terangkat sebagian,” ujarnya.
BPBD Jembrana bersama aparat terkait masih melakukan pembersihan material serta pengecekan di sejumlah titik yang terdampak. Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca di wilayah Jembrana masih berpotensi berubah dengan cepat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun