Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Pantai Candidasa Kini Bersolek Lawan Abrasi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pantai Candidasa kini bersolek. Di pesisir Desa Bugbug, proyek penataan pantai mulai berjalan untuk menjawab abrasi yang selama puluhan tahun perlahan menggerus daratan dan mengancam kawasan wisata andalan Kabupaten Karangasem.
Abrasi di Candidasa bukan persoalan baru. Tim Ahli Bupati Karangasem Bidang Pariwisata, I Wayan Tama, menyebut ancaman ini sudah lama disuarakan karena berdampak langsung pada citra pariwisata daerah.
“Candidasa ini pintu masuk pariwisata Karangasem. Kalau pesisirnya rusak, maka citra pariwisata ikut tergerus,” ujarnya.
Penataan Pantai Candidasa dikerjakan oleh PT Hutama Karya dengan cakupan penguatan garis pantai, penataan kawasan, hingga pembangunan jalur pedestrian, drainase, dan jalan lingkar. Proyek ini diharapkan mampu melindungi kawasan pesisir sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.
Nilai investasi pada tahap awal penataan pantai ini mencapai ratusan miliar rupiah. Humas PT Hutama Karya, Ngatno, menegaskan seluruh proses pembangunan tetap memperhatikan kehidupan masyarakat pesisir, khususnya nelayan setempat.
“Kami memastikan aktivitas nelayan tetap berjalan. Pembangunan tidak boleh mematikan mata pencaharian masyarakat,” katanya.
Bagi pelaku pariwisata, proyek penataan ini memunculkan optimisme baru. Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa, menilai penataan Pantai Candidasa menjadi momentum kebangkitan kawasan wisata yang sempat tertekan akibat abrasi dan penurunan kunjungan.
“Kalau pantainya tertata dan aman, wisatawan akan kembali. Dampaknya langsung ke hotel, restoran, dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Harapan serupa datang dari warga lokal. Tokoh masyarakat Banjar Samuh, Desa Bugbug, I Nengah Supartha, berharap penataan pantai benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
“Kami ingin pantai ini bukan hanya indah dilihat, tapi juga aman untuk melaut dan memberi penghidupan yang lebih baik,” katanya.
Pantai Candidasa bersolek pun tak sekadar soal beton dan batu pemecah ombak. Proyek ini menjadi denyut baru untuk menghidupkan kembali pariwisata, sekaligus memastikan masyarakat pesisir tetap menjadi bagian penting dari masa depan Candidasa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1982 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1841 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1746 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1532 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun