Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pendaki Terpeleset Alami Patah Tulang Kaki di Gunung Abang

Senin, 26 Januari 2026, 09:58 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Basarnas Bali/Pendaki Terpeleset Alami Patah Tulang Kaki di Gunung Abang.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Seorang pendaki mengalami cedera saat melakukan pendakian di Gunung Abang, Kintamani, pada Minggu (25/1/2026). 

Korban diketahui terpeleset saat turun gunung akibat jalur licin hingga mengalami patah tulang pada kaki dan tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Korban bersama dua orang rekannya memulai pendakian sekitar pukul 05.00 WITA. Namun, saat perjalanan turun, Paula Shinta Kadek Peter Tamboto (42) terpeleset dan mengalami cedera serius pada kaki kanannya.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan permintaan bantuan evakuasi dari seorang pemandu lokal, Nengah Darwis, pada pukul 10.40 WITA. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa posisi korban berada di sekitar jalur sebelum Pos 2 Pura Andong.

Menindaklanjuti laporan itu, delapan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem segera diberangkatkan menuju Gunung Abang. Setibanya di lokasi, tim SAR langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait lainnya.

SRU pertama yang terdiri dari dua orang pemandu lokal bergerak lebih awal menuju posisi korban. Selanjutnya, pada pukul 13.00 WITA, tim SAR gabungan dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Babinsa Desa Abang, serta Polsek Kintamani menyusul dengan kekuatan 12 personel. Satu jam kemudian, lima personel dari Ditsamapta Polda Bali turut bergabung dalam proses pencarian.

"Setelah dua jam lima belas menit pencarian, akhirnya korban dapat kami temukan pada ketinggian 1971 Mdpl," terang I Putu Handika Bhayangkara, selaku koordinator lapangan Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem.

Sekitar pukul 15.10 WITA, tim SAR berhasil menemukan korban dalam kondisi stabil, namun mengalami patah tulang pada alat gerak bawah atau kaki kanan. Korban kemudian diberikan pertolongan pertama dengan membidai kaki yang patah agar tidak banyak bergerak saat proses evakuasi.

Saat proses penurunan korban menggunakan tandu, kondisi cuaca di lokasi mulai turun hujan dan disertai kabut dengan jarak pandang sekitar 8 hingga 10 meter. Evakuasi berlangsung hingga petang.

"Korban dibawa ke Rumah Sakit BROSS Denpasar menggunakan ambulance Klinik Nawadara Karangasem," pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami