Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Musrenbang Kuta Selatan, Bupati Badung Fokus Infrastruktur dan Air Bersih

Selasa, 10 Februari 2026, 11:13 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Badung/Musrenbang Kuta Selatan, Bupati Badung Fokus Infrastruktur dan Air Bersih.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Kuta Selatan Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Kantor Camat Kuta Selatan, Senin (9/2).

Forum strategis ini menjadi ruang konsolidasi arah pembangunan wilayah selatan Badung, dengan penekanan pada percepatan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan guna mendukung pariwisata berkualitas.

Mengusung tema “Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Wilayah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, Bupati Wayan Adi Arnawa menegaskan Musrenbang tidak boleh berhenti pada tataran seremonial, melainkan harus menghasilkan program nyata yang menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Tanpa infrastruktur jalan yang memadai, pariwisata Badung akan menghadapi tantangan serius. Pembangunan ini tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga pendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD,” tegasnya.

Menanggapi persoalan kemacetan di wilayah Kuta Selatan, Pemerintah Kabupaten Badung telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 triliun khusus untuk pembangunan infrastruktur. Salah satu proyek strategis yang disiapkan adalah pembangunan Underpass Simpang Udayana dengan estimasi anggaran Rp350 miliar yang saat ini memasuki tahap pembebasan lahan melalui kolaborasi lintas pemerintah.

Selain itu, melalui APBD Perubahan 2026, Pemkab Badung menyiapkan tambahan anggaran Rp127 miliar untuk pembebasan lahan jalan lingkar barat menuju Udayana. Rekayasa lalu lintas satu arah juga dirancang untuk mengurai titik-titik konflik kendaraan di kawasan tersebut.

Tidak hanya fokus pada konektivitas, Bupati Badung juga menaruh perhatian serius terhadap krisis air bersih di Kuta Selatan. Ia menargetkan distribusi air bersih mulai stabil pada Februari 2026 melalui penambahan pompa serta optimalisasi jaringan PDAM.

“Kami juga akan mendorong penggunaan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk kebutuhan industri dan pariwisata, sehingga air permukaan bisa diprioritaskan bagi kebutuhan masyarakat dengan tarif yang lebih terjangkau,” jelas Bupati.

Di sektor lingkungan, Pemkab Badung mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber melalui penguatan TPS3R dan pengembangan fasilitas Teba Modern. Upaya ini diproyeksikan mampu menekan volume sampah hingga 60 persen dari hulu, sekaligus menjadi tahapan menuju sistem Waste to Energy.

Sementara itu, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD Kecamatan Kuta Selatan Tahun 2026 menampung sebanyak 609 usulan pembangunan dari desa dan kelurahan. Usulan tersebut didominasi kebutuhan infrastruktur jalan, pengelolaan sampah, serta pemenuhan layanan dasar masyarakat.

“Sebagai wilayah dengan pertumbuhan tinggi, Kuta Selatan membutuhkan dukungan infrastruktur yang kuat untuk menjawab tantangan urbanisasi dan pariwisata,” lapor Ketut Gede Arta.

Musrenbang ini turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Badung daerah pemilihan Kuta Selatan, Kapolsek Kuta Selatan, pimpinan OPD terkait, lurah dan perbekel se-Kecamatan Kuta Selatan, bendesa adat, kaling, serta tokoh masyarakat setempat.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Badung



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami