Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Marak Pencurian, PDAM Badung Pasang Pengaman Water Meter

Rabu, 11 Februari 2026, 09:44 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Marak Pencurian, PDAM Badung Pasang Pengaman Water Meter.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

PDAM Badung mengambil langkah cepat menyikapi maraknya pencurian water meter (WM) yang meresahkan warga, khususnya di wilayah Kuta Selatan. Ribuan unit WM yang posisinya berada di luar pekarangan rumah pelanggan akan dipasangi alat pengaman secara bertahap.

Direktur Teknik Perumdam Tirta Mangutama, I Made Suarsa, mengatakan pemasangan pengaman menjadi prioritas utama untuk mencegah pencurian meteran air yang terus meningkat.

"Pengaman bertahap, karena proses produksi kan tidak bisa seketika, jumlahnya ribuan unit. Kami sudah buat, tetapi untuk pengaman lainnya yang jumlahnya banyak, kami sedang produksi," jelas Direktur Teknik Perumdam Tirta Mangutama, I Made Suarsa, Selasa (10/2/2026) di Puspem Badung.

Menurutnya, pemasangan pengaman tidak dilakukan secara selektif, melainkan menyasar seluruh meteran air yang dinilai rawan karena letaknya jauh dari pengawasan langsung pemilik rumah. Saat ini, tim lapangan Perumdam Tirta Mangutama terus melakukan pendataan sekaligus pemasangan alat pengaman seiring proses produksi dari vendor.

"Target kami sebenarnya dua bulan bisa selesai, cuma ya kita lihat lagi progres di lapangan seperti apa. Kami bagi dengan beberapa vendor," ucapnya.

Berdasarkan data terbaru, jumlah meteran air yang dilaporkan hilang telah mencapai 84 unit, meningkat dari laporan sebelumnya sebanyak 77 unit. Sebagian besar kasus pencurian tersebut terjadi di wilayah Kuta Selatan.

Aksi pencurian ini diduga kuat menyasar material kuningan yang terdapat pada badan water meter untuk dijual ke pengepul. Pelaku diduga mempreteli bagian dalam meteran, karena unit WM yang masih utuh tidak mungkin diperjualbelikan akibat adanya nomor seri yang tidak bisa dipalsukan.

"Motifnya mereka ya murni adalah mendapatkan sejumlah uang dari penjualan WM ini yang bisa dimanfaatkan. Karena kalau dipikir, enggak mungkin orang nyolong WM kemudian dipakai, karena dia sudah ada nomor seri yang tidak bisa diduplikasi. WM bekas dijual juga nggak mungkin, cuma PDAM yang pakai," bebernya.

Akibat pencurian tersebut, kerugian fisik dari 77 unit meteran yang sebelumnya hilang diperkirakan mencapai Rp51 juta, belum termasuk potensi kehilangan air yang terbuang. Meski demikian, pihak Perumdam menegaskan pelanggan tidak dibebani biaya penggantian karena kejadian ini masuk kategori insiden tak terduga.

Untuk penggantian alat, Perumdam Tirta Mangutama menggunakan pos anggaran darurat yang selama ini dialokasikan untuk penanganan kerusakan teknis. Selain itu, koordinasi juga telah dilakukan dengan aparat kepolisian, pemerintah setempat, dan tokoh masyarakat guna memperketat pengawasan lingkungan.

"Kami masih proses, ingin fokus pembenahan dulu sebelum ke langkah hukum. Jadi kami pun masih mendata, setelah itu dieksekusi. Nah setelah itu kami lakukan, barulah kami akan memikirkan langkah-langkah lanjutan," tutup Suarsa.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami