Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Marak Pencurian, PDAM Badung Pasang Pengaman Water Meter
BERITABALI.COM, BADUNG.
PDAM Badung mengambil langkah cepat menyikapi maraknya pencurian water meter (WM) yang meresahkan warga, khususnya di wilayah Kuta Selatan. Ribuan unit WM yang posisinya berada di luar pekarangan rumah pelanggan akan dipasangi alat pengaman secara bertahap.
Direktur Teknik Perumdam Tirta Mangutama, I Made Suarsa, mengatakan pemasangan pengaman menjadi prioritas utama untuk mencegah pencurian meteran air yang terus meningkat.
Baca juga:
2025, PDAM Badung Fokus Perkuat Jaringan Air
"Pengaman bertahap, karena proses produksi kan tidak bisa seketika, jumlahnya ribuan unit. Kami sudah buat, tetapi untuk pengaman lainnya yang jumlahnya banyak, kami sedang produksi," jelas Direktur Teknik Perumdam Tirta Mangutama, I Made Suarsa, Selasa (10/2/2026) di Puspem Badung.
Menurutnya, pemasangan pengaman tidak dilakukan secara selektif, melainkan menyasar seluruh meteran air yang dinilai rawan karena letaknya jauh dari pengawasan langsung pemilik rumah. Saat ini, tim lapangan Perumdam Tirta Mangutama terus melakukan pendataan sekaligus pemasangan alat pengaman seiring proses produksi dari vendor.
"Target kami sebenarnya dua bulan bisa selesai, cuma ya kita lihat lagi progres di lapangan seperti apa. Kami bagi dengan beberapa vendor," ucapnya.
Berdasarkan data terbaru, jumlah meteran air yang dilaporkan hilang telah mencapai 84 unit, meningkat dari laporan sebelumnya sebanyak 77 unit. Sebagian besar kasus pencurian tersebut terjadi di wilayah Kuta Selatan.
Aksi pencurian ini diduga kuat menyasar material kuningan yang terdapat pada badan water meter untuk dijual ke pengepul. Pelaku diduga mempreteli bagian dalam meteran, karena unit WM yang masih utuh tidak mungkin diperjualbelikan akibat adanya nomor seri yang tidak bisa dipalsukan.
"Motifnya mereka ya murni adalah mendapatkan sejumlah uang dari penjualan WM ini yang bisa dimanfaatkan. Karena kalau dipikir, enggak mungkin orang nyolong WM kemudian dipakai, karena dia sudah ada nomor seri yang tidak bisa diduplikasi. WM bekas dijual juga nggak mungkin, cuma PDAM yang pakai," bebernya.
Akibat pencurian tersebut, kerugian fisik dari 77 unit meteran yang sebelumnya hilang diperkirakan mencapai Rp51 juta, belum termasuk potensi kehilangan air yang terbuang. Meski demikian, pihak Perumdam menegaskan pelanggan tidak dibebani biaya penggantian karena kejadian ini masuk kategori insiden tak terduga.
Untuk penggantian alat, Perumdam Tirta Mangutama menggunakan pos anggaran darurat yang selama ini dialokasikan untuk penanganan kerusakan teknis. Selain itu, koordinasi juga telah dilakukan dengan aparat kepolisian, pemerintah setempat, dan tokoh masyarakat guna memperketat pengawasan lingkungan.
"Kami masih proses, ingin fokus pembenahan dulu sebelum ke langkah hukum. Jadi kami pun masih mendata, setelah itu dieksekusi. Nah setelah itu kami lakukan, barulah kami akan memikirkan langkah-langkah lanjutan," tutup Suarsa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4622 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan