Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Koster Minta Kepastian Tol Gilimanuk–Mengwi ke Bappenas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Wayan Koster mengajukan dukungan pemerintah pusat terkait kepastian keberlanjutan pembangunan Tol Gilimanuk–Mengwi saat menerima Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Kediaman Resmi Gubernur Bali, Gedung Jayasabha, Rabu (11/2/2026).
Didampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster, Gubernur memanfaatkan pertemuan tersebut untuk mendorong percepatan penguatan infrastruktur darat dan laut yang menjadi kebutuhan mendesak Bali.
Dalam pemaparannya, Gubernur Koster lebih dulu menyampaikan capaian kinerja daerah berdasarkan data BPS Provinsi Bali tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi Bali tercatat sebesar 5,82 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 5,48 persen. Pendapatan per kapita masyarakat Bali juga naik menjadi Rp72,66 juta, meningkat Rp5,34 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
Gubernur dua periode ini kemudian menekankan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah Buleleng, Karangasem, Tabanan, dan daerah lainnya.
"Saat ini kami fokus pada peningkatan infrastruktur di sejumlah wilayah seperti Buleleng, Karangasem, Tabanan dan lainnya. Ini bertujuan untuk pemerataan," ujarnya.
Salah satu perhatian utama adalah kepastian kelanjutan pembangunan Tol Gilimanuk–Mengwi sepanjang 96,84 kilometer yang dinilai krusial untuk mengurai kemacetan lalu lintas Bali. "Kami butuh kepastian keberlanjutan pembangunan jalan tol ini karena sangat penting untuk mengurai kemacetan," cetusnya.
Baca juga:
Putu Artha: Tol Gilimanuk-Mengwi dan Bandara Bali Utara Tak Masuk PSN, Jangan Bohongi Publik
Gubernur Koster mengungkapkan bahwa dirinya sebelumnya telah bertemu Menteri Pekerjaan Umum untuk membahas dukungan pembangunan infrastruktur Bali. "Saya mohon Pak Menteri mendorong agar lebih mantap lagi," harapnya.
Selain tol, Gubernur asal Desa Sembiran itu juga menyoroti tingginya beban jalur darat akibat angkutan logistik. Untuk mengatasinya, Bali membutuhkan penguatan kapasitas tiga pelabuhan, yakni Pelabuhan Celukan Bawang, Amed, dan Kusamba.
Menurutnya, peningkatan fungsi pelabuhan akan memungkinkan kendaraan logistik dari Ketapang langsung turun di Celukan Bawang, sementara distribusi ke Bali Timur dapat ditangani melalui Pelabuhan Amed atau Kusamba. "Sementara untuk Bali Timur bisa ditangani di Pelabuhan Amed atau Kusamba," imbuhnya.
Jika ketiga pelabuhan tersebut diperkuat, volume kendaraan logistik yang melintas di jalur darat Bali diyakini dapat berkurang signifikan.
"Ini akan mengurai kemacetan yang biasanya terjadi akibat tingginya mobilitas angkutan logistik," tambahnya.
Tak hanya itu, Gubernur Koster juga meminta dukungan pusat untuk peningkatan fungsi Pelabuhan Pengambengan yang selama ini dikenal sebagai pelabuhan perikanan.
Menanggapi hal tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Bali.
"Ini adalah kunjungan ke-2 saya ke sini dan merupakan kehormatan bagi kami. Apalagi Ibu Putri juga turut mendampingi," ujarnya.
Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan Bali karena posisinya yang strategis sebagai wajah Indonesia.
"Bali ini kita ibaratkan cermin Indonesia. Mau bagus maupun tidak bagus," katanya.
Sesuai permintaan Gubernur Koster, Kementerian PPN/Bappenas memastikan pengembangan infrastruktur Bali akan menjadi prioritas, mencakup sektor darat, laut, udara, hingga digitalisasi. "Bukan hanya darat dan laut, udara juga. Termasuk infrastruktur digitalisasi juga mesti dipercepat," tambahnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Menteri Pambudy bahkan langsung menghubungi sejumlah menteri terkait di tengah pertemuan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung pentingnya penguatan sektor pertanian, mengingat perannya yang vital saat pandemi Covid-19 dalam menopang perekonomian Bali. Gubernur Koster pun menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi prioritas pembangunan daerah.
"Kami tengah gencar mengembangkan pertanian organik," ungkapnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga mendorong pengembangan budidaya bawang putih lokal guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. "Pangan kita surplus, hanya bawang putih yang masih tergantung dari luar. Ini jadi perhatian kami," imbuhnya.
Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN Eka Chandra Buana menambahkan bahwa sejumlah proyek infrastruktur Bali telah masuk dalam agenda perencanaan nasional, termasuk keberlanjutan Tol Gilimanuk–Mengwi.
"Ada LRT, untuk bandara baru masih dalam tahap skema," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3746 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1681 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang