Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Muncul Pelabelan Sosial, Parta: Hindari Istilah Nas Berit hingga Dauh Tukad

Selasa, 17 Februari 2026, 12:50 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Muncul Pelabelan Sosial, Parta: Hindari Istilah Nas Berit hingga Dauh Tukad.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Munculnya berbagai istilah pelabelan berdasarkan ciri tertentu yang sempat berkembang di Bali mendapat perhatian Anggota DPR/MPR RI, Nyoman Parta. Istilah Nas Berit, Dauh Tukad maupun Dangin Tukad kian berkembang di tengah masyarakat.

Ia menilai penggunaan istilah semacam itu sebaiknya dihindari karena tidak memberi manfaat bagi kehidupan sosial dan persatuan masyarakat di Bali.

“Saya kira perdebatan atau penyebutan yang berpotensi menimbulkan jarak sosial itu tidak produktif dalam merajut kebangsaan,” ujar Parta usai kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Wantilan Pura Dalem Sukawati, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, Bali sejak dulu dikenal sebagai daerah terbuka yang menerima siapa saja untuk datang, bekerja, maupun berkarya. Namun demikian, setiap daerah tetap memiliki adat, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal yang patut dihormati bersama.

“Siapa pun yang datang ke Bali mari sama-sama menjaga budaya, menghormati tradisi, dan merawat keharmonisan yang sudah ada,” imbuhnya.

Ia menekankan bahwa semangat kebangsaan Indonesia dibangun di atas keberagaman budaya. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk saling menghargai tanpa menggunakan istilah yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di ruang sosial.

Parta juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang, untuk turut menjaga suasana kondusif di Bali. Kebersamaan dan tanggung jawab bersama dinilai menjadi kunci utama menjaga harmoni sosial di Pulau Dewata.

“Apapun latar belakang kita, mari bersama menjaga Bali agar tetap nyaman, damai, dan harmonis,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Parta juga menyampaikan materi empat pilar kebangsaan kepada generasi muda Desa Sukawati dengan pendekatan yang lebih santai dan interaktif. Edukasi dilakukan melalui permainan, cerita, serta dialog agar nilai kebangsaan lebih mudah dipahami.

“Kami mencoba pendekatan yang ringan dan menarik supaya pesan kebangsaan bisa diterima dengan baik,” tutup dia.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami