Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Penguatan Aspek Sosial dan Pelestarian Adat, Agama, Seni, dan Budaya
Setahun Kepemimpinan Gus Par–Guru Pandu (4)
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pemerintah Kabupaten Karangasem menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan aspek sosial serta pelestarian adat, agama, seni, dan budaya.
Pada tahun pertama kepemimpinan Bupati I Gusti Putu Parwata bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, pendekatan pembangunan berbasis kemanusiaan dan kearifan lokal menjadi prioritas yang terus diperkuat.
Di bidang sosial, berbagai program kesejahteraan digulirkan untuk menjangkau kelompok masyarakat rentan. Bantuan sosial, program bedah rumah, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni dilaksanakan guna memastikan warga memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan martabat dan kualitas hidup masyarakat secara langsung.
“Pembangunan harus menyentuh sisi kemanusiaan. Negara harus hadir memberikan perlindungan dan penguatan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Gus Par.
Selain penguatan jaring pengaman sosial, pelestarian adat dan budaya tetap menjadi roh pembangunan Karangasem. Pemerintah daerah mendukung penataan dan rehabilitasi pura, penyaluran punia untuk kegiatan keagamaan, serta fasilitasi pelestarian seni dan tradisi di desa-desa adat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan nilai-nilai luhur tetap terjaga di tengah arus modernisasi.
Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa menegaskan bahwa identitas budaya adalah fondasi harmoni sosial. “Karangasem tidak hanya dibangun sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai ruang hidup masyarakat adat yang memiliki nilai dan tradisi yang harus terus dirawat,” kata Guru Pandu.
Menurutnya, adat, agama, dan seni budaya merupakan perekat sosial yang menjaga ketentraman serta memperkuat jati diri daerah. Karena itu, pembangunan fisik harus berjalan seimbang dengan penguatan sosial-kultural.
Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen menghadirkan pembangunan yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kokoh secara sosial dan tetap berakar pada budaya lokal—sebuah fondasi menuju Karangasem yang harmonis dan berkelanjutan.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Karangasem
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan