Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Penguatan Aspek Sosial dan Pelestarian Adat, Agama, Seni, dan Budaya

Setahun Kepemimpinan Gus Par–Guru Pandu (4)

Senin, 23 Februari 2026, 22:57 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Karangasem/Penguatan Aspek Sosial dan Pelestarian Adat, Agama, Seni, dan Budaya.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Pemerintah Kabupaten Karangasem menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan aspek sosial serta pelestarian adat, agama, seni, dan budaya.

Pada tahun pertama kepemimpinan Bupati I Gusti Putu Parwata bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, pendekatan pembangunan berbasis kemanusiaan dan kearifan lokal menjadi prioritas yang terus diperkuat.

Di bidang sosial, berbagai program kesejahteraan digulirkan untuk menjangkau kelompok masyarakat rentan. Bantuan sosial, program bedah rumah, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni dilaksanakan guna memastikan warga memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan martabat dan kualitas hidup masyarakat secara langsung.

“Pembangunan harus menyentuh sisi kemanusiaan. Negara harus hadir memberikan perlindungan dan penguatan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Gus Par.

Selain penguatan jaring pengaman sosial, pelestarian adat dan budaya tetap menjadi roh pembangunan Karangasem. Pemerintah daerah mendukung penataan dan rehabilitasi pura, penyaluran punia untuk kegiatan keagamaan, serta fasilitasi pelestarian seni dan tradisi di desa-desa adat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan nilai-nilai luhur tetap terjaga di tengah arus modernisasi.

Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa menegaskan bahwa identitas budaya adalah fondasi harmoni sosial. “Karangasem tidak hanya dibangun sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai ruang hidup masyarakat adat yang memiliki nilai dan tradisi yang harus terus dirawat,” kata Guru Pandu.

Menurutnya, adat, agama, dan seni budaya merupakan perekat sosial yang menjaga ketentraman serta memperkuat jati diri daerah. Karena itu, pembangunan fisik harus berjalan seimbang dengan penguatan sosial-kultural.

Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen menghadirkan pembangunan yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kokoh secara sosial dan tetap berakar pada budaya lokal—sebuah fondasi menuju Karangasem yang harmonis dan berkelanjutan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Karangasem



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami