Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
BPBD Bali Catat 76 Bencana, Denpasar Paling Parah Diterjang Banjir
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Provinsi Bali tengah dikepung cuaca ekstrem seiring puncak musim hujan yang memicu bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah.
Hingga Selasa (24/2/2026) pukul 15.30 WITA, BPBD Provinsi Bali mencatat 76 titik kejadian bencana yang tersebar di delapan kabupaten/kota di Bali.
Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menjelaskan bahwa rentetan kejadian tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi selama dua hari berturut-turut.
Baca juga:
Banjir Rendam Puluhan Titik di Denpasar
“Curah hujan masuk kategori sangat lebat. Akumulasi air menyebabkan debit sungai meningkat drastis dan sistem drainase, khususnya di wilayah perkotaan, tidak mampu menampung limpasan,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Selasa (24/2/2026).
Data BPBD menunjukkan, pada 22 Februari 2026 rata-rata curah hujan mencapai 116,5 mm per hari dengan titik tertinggi di Pos Ampadan sebesar 290 mm per hari. Kondisi tersebut berlanjut pada 23 Februari 2026 dengan rata-rata 120,3 mm per hari, di mana Stasiun Meteorologi Ngurah Rai mencatat curah hujan hingga 216,9 mm per hari.
Dari total 76 kejadian bencana, banjir mendominasi dengan 42 titik kejadian, disusul pohon tumbang sebanyak 23 titik, tanah longsor di lima titik, serta sejumlah kerusakan infrastruktur seperti senderan dan tanggul jebol.
Wilayah yang terdampak paling parah adalah Denpasar dengan 36 titik kejadian. Kabupaten Badung dan Karangasem masing-masing mencatat 12 titik bencana. Di kawasan Pasar Badung, sistem peringatan dini di Tukad Badung sempat berada pada status siaga setelah tinggi muka air mencapai 120 sentimeter di atas normal pada pukul 04.00 WITA dan kembali naik pada pukul 08.24 WITA.
Dalam penanganan darurat, BPBD Bali bersama TNI, Polri, dan relawan telah mengevakuasi 350 warga ke lokasi yang lebih aman. Proses evakuasi dilakukan di sejumlah wilayah, antara lain di kawasan Seminyak, Sesetan Denpasar, serta penanganan genangan di fasilitas vital seperti rumah sakit. Petugas juga melakukan pembersihan pohon tumbang dan penanganan longsor untuk memulihkan akses jalan.
“Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa. Ini menjadi prioritas kami agar keselamatan masyarakat tetap terjaga,” kata Agung Teja.
Baca juga:
Sehari, BPBD Bali Catat Dua Kejadian Bencana
BPBD Bali juga mencatat hal positif dari kejadian banjir kali ini, yakni minimnya sampah yang terbawa arus di sebagian besar lokasi terdampak. Kondisi tersebut dinilai sebagai indikasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.
Ke depan, BPBD Bali mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat peringatan dini dari BMKG menyebutkan potensi hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi hingga akhir Februari. Warga diminta menjauhi bantaran sungai saat hujan deras, mewaspadai potensi pohon tumbang dan longsor, serta terus memantau informasi resmi dari BPBD dan BMKG.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang