Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Siswa SD di Kota Singaraja Enggan Sekolah Sejak 2024, DPRD Turun Tangan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kasus siswa enggan bersekolah masih terjadi di Kabupaten Buleleng. Ironisnya, peristiwa ini terjadi di wilayah perkotaan, tepatnya di SDN 2 Banyuning, Kelurahan Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.
Kasus tersebut mendapat sorotan dari Sekretaris Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya. Seorang siswa di SDN 2 Banyuning dilaporkan tidak masuk sekolah sejak Oktober 2024, saat masih duduk di bangku kelas II. Berbagai upaya pendekatan telah dilakukan pihak sekolah, namun belum membuahkan hasil.
Kepala SDN 2 Banyuning, Putu Sri Sadwity, pada Rabu (25/2/2026) mengatakan, pihak sekolah langsung melakukan kunjungan ke rumah siswa setelah satu bulan yang bersangkutan tidak hadir ke sekolah.
"Kunjungan itu tidak membuahkan hasil karena anak tersebut takut keluar rumah dan bicara seadanya," kata Sadwity.
Memasuki tahun 2025, pihak sekolah kembali berkoordinasi dengan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Buleleng untuk mendatangkan tenaga psikolog.
Baca juga:
Satpol PP Ciduk Siswa Bolos
"Kami datang dengan psikolog, untuk bertanya langsung dengan anak tersebut sekaligus membujuk agar mau sekolah," ungkapnya.
Namun dari hasil kunjungan bersama psikolog, pihak sekolah belum menemukan penyebab pasti siswa tersebut enggan bersekolah. Hingga kini, siswa tersebut masih terdata sebagai peserta didik di SDN 2 Banyuning, namun berpotensi mengalami putus sekolah atau drop out (DO).
"Kami tidak bisa menemukan penyebabnya dengan satu kali cara. Perlu kegiatan lanjutan, dengan melibatkan orangtua siswa. Saat itu Dinas P2KBP3A sudah sempat bersurat ke orangtua siswa agar datang untuk diberikan edukasi dan jalan keluar untuk menangani anak tersebut. Namun orangtuanya tidak hadir karena kesibukan. Jadi terputus sampai disana," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya mengaku prihatin dengan kasus tersebut, terlebih terjadi di wilayah perkotaan. Ia bahkan turun langsung meninjau kondisi siswa yang bersangkutan.
Baca juga:
Berjalan Lancar dan 32 Siswa Absen
"Di perkotaan masih ada kasus seperti ini. Saya khawatir kasus seperti ini juga terjadi di sekolah-sekolah lain," kata politisi Partai Golkar tersebut.
Dhukajaya menilai siswa tersebut memerlukan penanganan khusus dan mendorong instansi terkait untuk melakukan pendekatan jemput bola secara humanis.
"Harus dicari tau, apakah karena faktor pribadi, orangtua, ekonomi atau lingkungan sekolahnya," jelasnya.
Ia juga mendorong sekolah-sekolah di Buleleng untuk lebih aktif menggelar kegiatan ekstrakurikuler serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman bagi siswa.
"Faktor siswa enggan bersekolah itu banyak. Bisa karena gurunya, atau lingkungan teman di sekolah. Maka dari itu perhatian, pendekatan dengan anak seperti ini harus lebih intens dan humanis. Apalagi di perkotaan berpendidikan itu sangat penting, jangan sampai seperti fenomena gunung es," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang