Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Identifikasi Korban Mutilasi di Ketewel, DNA Ibu IK Diambil dari Ukraina

Sabtu, 28 Februari 2026, 21:17 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Polres Gianyar/Identifikasi Korban Mutilasi di Ketewel, DNA Ibu IK Diambil dari Ukraina.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Upaya pengungkapan kasus penemuan potongan tubuh manusia di Pantai Ketewel, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, terus diupayakan aparat kepolisian. 

Fokus penyelidikan kini mengarah pada proses identifikasi ilmiah melalui pencocokan DNA, termasuk pengambilan sampel DNA ibu warga negara Ukraina berinisial IK.

Potongan kepala dan tubuh manusia yang diduga korban mutilasi tersebut ditemukan di Muara Sungai Wos atau Pantai Ketewel pada Kamis (26/2) sekitar pukul 10.00 WITA. Sejak saat itu, tim gabungan bergerak cepat melakukan identifikasi untuk memastikan identitas korban.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy menyampaikan, penyidik tengah melakukan pengambilan sampel DNA dari potongan tubuh yang ditemukan. Di sisi lain, kepolisian juga menjalin koordinasi dengan Konsulat Ukraina untuk memperoleh sampel DNA ibu dari WN Ukraina berinisial IK yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban penculikan di wilayah Jimbaran, Kabupaten Badung.

"Tim dari DVI Polda, Dokkes Polda Bali, dan Bidlabfor Polda Bali ini melakukan pengambilan sampel DNA terhadap potongan mayat yang kita temukan di Pantai Ketewal kemarin itu sambil nanti kita cocokkan dengan DNA keluarga yang merasa keluarganya hilang ya, atau yang melaporkan penculikan atau kehilangan, ya termasuk yang kita ketahui kemarin ada warga negara asing yang dilaporkan culik ya," kata Ariasandy di ruang kerjanya, Jumat (27/2).

Menurutnya, proses pengambilan DNA ibu IK telah dilakukan di luar negeri dan hasilnya akan segera dikirimkan ke Indonesia untuk keperluan pencocokan.

"Kita sudah berkoordinasi ya dengan konsul dan pihak dari Ukraina, dari ibu yang bersangkutan, itu sudah diambil DNA-nya di sana. Jadi tes DNA-nya di sana dan nanti akan dikirimkan ke kita. Hasilnya nanti kita akan cocokkan dengan DNA penemuan potongan tubuh kemarin ini," sambungnya.

Meski terdapat sejumlah indikasi, Ariasandy menegaskan pihak kepolisian belum dapat memastikan keterkaitan langsung antara temuan potongan tubuh tersebut dengan kasus penculikan IK. Seluruh kemungkinan masih diselidiki berdasarkan pendekatan ilmiah dan forensik.

 

"Karena kebetulan ada kasus penculikan jadi semua hal kemungkinan Kita selidiki tapi kita tidak bisa berspekulasi," tegasnya.

Dalam video pengakuan penculikan yang sempat beredar, IK diketahui memiliki tato di bagian dada dan tangan. Sementara dari pemeriksaan awal, penyidik menemukan tato berbentuk jam angka Romawi pada potongan lengan korban. Namun demikian, polisi tetap menunggu hasil forensik untuk memastikan kecocokan.

"Ya bisa saja ya, tapi kan sekali lagi kita tidak bisa berspekulasi ya, kita tidak bisa mengira-ngira. Kita harus betul-betul sesuai dengan scientific investigation berdasarkan hasil forensik, hasil apa namanya visum dan segala macam. Kita dalami," ujarnya.

Potongan tubuh tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang berolahraga di sekitar lokasi. Bagian tubuh yang ditemukan meliputi kepala, kaki kanan, dada bagian kiri dan kanan, paha, serta sebagian organ dalam.

Seluruh potongan tubuh telah dievakuasi ke RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar untuk proses identifikasi lanjutan. Dokter spesialis forensik RSUP Prof IGNG Ngoerah, dr Nola Margaret Gunawan, menyebutkan kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut.

Ia memperkirakan korban meninggal lebih dari tiga hari sebelum ditemukan. Kondisi tersebut membuat identifikasi visual tidak memungkinkan, termasuk penentuan jenis kelamin, sehingga pemeriksaan DNA menjadi langkah krusial.

"Tapi DNA juga tidak bisa menunjukkan dia warga negara apa tapi menunjukkan dia siapa, dari sana bisa dilacak dia warga negara apa, sebenarnya kalau dari aspek antropologi dari struktur tulangnya baru kita bisa menentukan kedekatan populasi dengan kelompok mana apakah mongoloid, negronoid," jelasnya.

Sementara itu, penyidik Polres Gianyar dan Polda Bali masih melakukan penyisiran lanjutan di sekitar lokasi penemuan untuk mencari kemungkinan adanya potongan tubuh lain yang belum ditemukan. (sumber:kumparan)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami