Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Buleleng Uji Coba Tanam Kapas untuk Endek

Senin, 2 Maret 2026, 16:14 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Buleleng Uji Coba Tanam Kapas untuk Endek.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng melakukan uji coba budidaya kapas di lahan seluas 5 are yang berlokasi di Hutan Kota Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Langkah ini ditempuh sebagai upaya mendukung ketersediaan bahan baku bagi perajin kain endek dan songket di Buleleng.

Selama ini, kebutuhan kapas sebagai bahan utama pembuatan kain tradisional masih banyak dipasok dari luar daerah. Melalui uji coba ini, pemerintah daerah berharap mampu memperkuat kemandirian bahan baku sekaligus menggerakkan sektor pertanian dan industri kreatif lokal.

Kepala Distan KPP Buleleng, I Gede Melandrat, Senin (2/3), menjelaskan bahwa kapas memiliki peran penting dalam produksi kain endek dan songket. Ia menilai budidaya kapas berpotensi besar dikembangkan di Buleleng.

"Jika kapas bisa dibudidayakan dengan baik, hasilnya bisa langsung mendukung perajin endek dan songket lokal,” jelasnya.

Hasil awal uji coba menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Tanaman kapas yang ditanam sudah dapat dipanen dan bahkan telah diolah menjadi benang melalui proses pemintalan tradisional, menandai kesiapan awal menuju rantai produksi yang lebih lengkap.

Menurut Melandrat, kapas merupakan tanaman semusim dengan masa panen sekitar enam bulan. Karakteristik lahan kering di Buleleng dinilai sesuai untuk pengembangan komoditas ini, terutama di wilayah timur seperti Kecamatan Kubutambahan, Tejakula, hingga Gerokgak.

Namun demikian, ia menekankan bahwa tantangan utama pengembangan kapas tidak hanya terletak pada proses budidaya, melainkan juga pada kepastian pasar bagi hasil panen petani.

“Petani harus jelas menjual ke mana hasilnya. Jadi kita tidak hanya fokus di hulu, tapi juga menyiapkan hilirnya. Di Desa Julah sudah ada pemintalan, meski masih tradisional. Ke depan, kita akan arahkan sampai ke UMKM,” ujarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami