Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Buleleng Uji Coba Tanam Kapas untuk Endek
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng melakukan uji coba budidaya kapas di lahan seluas 5 are yang berlokasi di Hutan Kota Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Langkah ini ditempuh sebagai upaya mendukung ketersediaan bahan baku bagi perajin kain endek dan songket di Buleleng.
Selama ini, kebutuhan kapas sebagai bahan utama pembuatan kain tradisional masih banyak dipasok dari luar daerah. Melalui uji coba ini, pemerintah daerah berharap mampu memperkuat kemandirian bahan baku sekaligus menggerakkan sektor pertanian dan industri kreatif lokal.
Kepala Distan KPP Buleleng, I Gede Melandrat, Senin (2/3), menjelaskan bahwa kapas memiliki peran penting dalam produksi kain endek dan songket. Ia menilai budidaya kapas berpotensi besar dikembangkan di Buleleng.
"Jika kapas bisa dibudidayakan dengan baik, hasilnya bisa langsung mendukung perajin endek dan songket lokal,” jelasnya.
Hasil awal uji coba menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Tanaman kapas yang ditanam sudah dapat dipanen dan bahkan telah diolah menjadi benang melalui proses pemintalan tradisional, menandai kesiapan awal menuju rantai produksi yang lebih lengkap.
Menurut Melandrat, kapas merupakan tanaman semusim dengan masa panen sekitar enam bulan. Karakteristik lahan kering di Buleleng dinilai sesuai untuk pengembangan komoditas ini, terutama di wilayah timur seperti Kecamatan Kubutambahan, Tejakula, hingga Gerokgak.
Namun demikian, ia menekankan bahwa tantangan utama pengembangan kapas tidak hanya terletak pada proses budidaya, melainkan juga pada kepastian pasar bagi hasil panen petani.
“Petani harus jelas menjual ke mana hasilnya. Jadi kita tidak hanya fokus di hulu, tapi juga menyiapkan hilirnya. Di Desa Julah sudah ada pemintalan, meski masih tradisional. Ke depan, kita akan arahkan sampai ke UMKM,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5754 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4590 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan