Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Cap Go Meh Bertepatan Purnama Kesanga, Vihara Dharmayana Dipadati Umat
BERITABALI.COM, BADUNG.
Perayaan hari Cap Go Meh merupakan upacara penutupan perayaan Tahun Baru Imlek Kongzili 2577 dan bersamaan dengan persembahan Ciswak. Kekhusyukan semakin terasa karena perayaan ini bertepatan dengan Purnama Kesanga.
Warga Bali keturunan etnis Tionghoa tampak berbaur dalam perayaan Cap Go Meh. Seperti terpantau di sejumlah kongco, termasuk Vihara Dharmayana Kuta, Jalan Blambangan, Kuta, Selasa (3/3), ribuan umat silih berganti datang untuk melangsungkan persembahyangan. Cap Go Meh menandai hari ke-15 sekaligus penutupan rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek.
Baca juga:
Kabupaten Toleransi, Bupati Sanjaya Pimpin Parade Nusantara Festival Imlek dan Cap Go Meh
Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Tionghoa yang secara harfiah berarti malam ke-15 pada bulan pertama. Ini menandakan bahwa perayaan Imlek berlangsung selama lima belas hari penuh.
Pada perayaan Cap Go Meh, ribuan umat melangsungkan persembahyangan dengan beragam persembahan. Penanggung Jawab Vihara Dharmayana Kuta, Adi Dharmaja Kusuma, menjelaskan bahwa Cap Go Meh merupakan rangkaian terakhir Imlek 2577 sekaligus purnama pertama pada tahun Imlek ini.
"Di Vihara Dharmayana Kuta melaksanaan ini dan semua komponen warga Tionghoa yang masih mewarisi ajaran leluhur pasti melakukan penghormatan pada Cap Go Meh ini,” jelas Adi Dharmaja.
Imlek tahun ini memasuki Shio Kuda Api 2026 yang dimulai pada 17 Februari 2026. Shio ini diprediksi membawa energi ekstrem, dengan sejumlah shio mengalami ciong atau bentrok, yakni Tikus, Kuda, Kerbau, Ayam, dan Kelinci.
Di Vihara Dharmayana Kuta, persembahyangan berlangsung sejak pagi hari dan dilakukan secara bergiliran. Selain persembahyangan umum, juga dilaksanakan ritual Ciswak atau tolak bala. Ritual ini bertujuan menyucikan diri, membuang nasib buruk, serta menangkal energi negatif menjelang dan setelah Tahun Baru Imlek.
Umat yang shionya berbenturan melaksanakan persembahyangan Ciswak untuk mengurangi nasib buruk. Dalam ritual tersebut, para pemuka agama melakukan prosesi melukat, di mana umat dibasuh dan diperciki tirta.
Persembahyangan Ciswak diikuti ratusan umat yang mengantre secara tertib. Sementara itu, jumlah umat yang datang saat Cap Go Meh diperkirakan mencapai ribuan orang hingga malam hari.
"Ada juga wisatawan asing yang berkunjung ke vihara kami, sekaligus melakukan persembahyangan Cap Go Meh di sini,” ungkapnya.
Dalam momentum Cap Go Meh ini, umat memanjatkan doa agar diberikan berkah kemuliaan, kelimpahan rezeki, stabilitas ekonomi, serta kedamaian di tengah kondisi global yang masih dilanda konflik.
"Semoga jalan damai bisa terwujud antar satu negara satu sama lainnya, guna menghindari korban jiwa, materi dan lainnya," singkat Adi Dharmaja.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang