Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Koster Minta Pecalang Siaga Amankan Nyepi dan Takbiran yang Berbarengan

Sabtu, 7 Maret 2026, 15:56 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Koster Minta Pecalang Siaga Amankan Nyepi dan Takbiran yang Berbarengan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Ribuan pecalang dari desa adat di seluruh Bali mengikuti Gelar Agung Pacalang Bali Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (7/3). 

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran pecalang dalam menjaga keamanan Bali, khususnya menjelang Hari Suci Nyepi yang tahun ini berdekatan dengan malam takbiran Idul Fitri.

Gelar Agung Pacalang tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster yang bertindak sebagai Inspektur Upacara atau Manggala Utama.

Kegiatan tahun ini mengusung tema “Sarana Nincapang Kasukretan Jagat Bali Niskala-Sakala” yang menegaskan peran pecalang sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan Bali secara sekala maupun niskala, terutama menjelang pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Dalam amanatnya di hadapan ribuan pecalang, Gubernur Koster menegaskan bahwa penguatan peran pecalang merupakan bagian penting dari visi pembangunan Bali 2025–2030 “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dalam kerangka Bali Era Baru.

Menurutnya, visi tersebut bertujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya agar kehidupan masyarakat Bali dapat berlangsung sejahtera dan bahagia.

“Pembangunan Bali diarahkan untuk menjaga keseimbangan alam, manusia, dan kebudayaan Bali, sehingga tercipta kehidupan krama Bali yang harmonis secara niskala maupun sakala,” ujar Koster.

Ia menegaskan pecalang memiliki peran strategis dalam sistem pengamanan Bali berbasis desa adat. Keberadaan pecalang menjadi bagian penting dalam sistem keamanan terpadu yang melibatkan masyarakat adat serta aparat negara.

Penguatan sistem pengamanan tersebut diwujudkan melalui kebijakan Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) yang diatur melalui Peraturan Gubernur Bali.

Melalui sistem ini, pengamanan wilayah dilakukan secara terintegrasi antara pecalang, aparat desa adat, serta aparat keamanan negara seperti TNI dan Polri.

Dalam pelaksanaannya, pecalang juga diharapkan terus meningkatkan kapasitas dan profesionalitas, termasuk memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pemantauan keamanan secara real time serta penanganan situasi darurat.

“Pacalang Bali memiliki peran strategis dalam menjaga kasukretan desa adat serta menjaga ketertiban dan keamanan krama Bali maupun wisatawan,” tegasnya.

Gelar Agung Pacalang juga menjadi momentum penting dalam memantapkan kesiapsiagaan pecalang menghadapi rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948.

Tahun ini, pelaksanaan Nyepi memiliki tantangan tersendiri karena waktunya berdekatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah. Kondisi tersebut menuntut koordinasi serta sinergi yang kuat antara pecalang dan aparat keamanan negara.

Gubernur Koster berharap pecalang di seluruh desa adat mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan wilayahnya masing-masing sehingga pelaksanaan kedua perayaan keagamaan tersebut dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh toleransi.

“Momentum ini harus memperkuat tekad pacalang dalam menjaga adat, tradisi, seni, budaya, serta kerukunan antarumat beragama di Bali,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Koster juga menyinggung berbagai tantangan yang tengah dihadapi Bali, mulai dari alih fungsi lahan, persoalan sampah, kerusakan lingkungan, hingga ancaman narkotika, radikalisme, serta masuknya paham asing yang berpotensi merusak tatanan adat dan budaya Bali.

Menurutnya, keberadaan pecalang sangat penting sebagai garda terdepan dalam sistem pengamanan berbasis desa adat untuk menjaga ketertiban sosial sekaligus melindungi nilai-nilai budaya Bali.

Usai memimpin upacara, Gubernur Koster melakukan inspeksi terhadap barisan pecalang yang hadir dari seluruh desa adat se-Bali.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Pangdam IX/Udayana Piek Budyakto, Kapolda Bali Daniel Adityajaya, Ketua Majelis Desa Adat Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, para bupati dan wali kota se-Bali, serta sejumlah perwakilan konsulat negara sahabat.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami