Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Profil Perusahaan Zhejiang Weiming yang Garap Pembangkit Listrik dari Sampah di Denpasar
bbn/dok Humas Denpasar/Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat meninjau calon lokasi PSEL pada November 2025 lalu.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Danantara Indonesia resmi mengumumkan mitra operator untuk proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia, termasuk untuk pembangunan fasilitas di Kota Denpasar, Bali.
Melalui proses seleksi yang melibatkan berbagai perusahaan internasional berpengalaman, Danantara menetapkan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. sebagai operator pembangkit WtE di Denpasar. Sementara itu, operator untuk fasilitas serupa di Bekasi ditetapkan Wangneng Environment Co., Ltd.
Penetapan mitra ini merupakan bagian dari program nasional pengolahan sampah menjadi energi yang didorong pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Program tersebut bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah perkotaan, mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus mendukung pengembangan energi yang lebih berkelanjutan.
Sejalan dengan dual mandate Danantara Indonesia, perusahaan operator yang terpilih diwajibkan membentuk konsorsium dengan berbagai pihak, termasuk badan usaha milik pemerintah daerah serta perusahaan lokal di Indonesia.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong transfer teknologi serta meningkatkan kapasitas industri dalam negeri di sektor pengolahan sampah dan energi terbarukan.
Selain itu, Danantara Indonesia juga menekankan pentingnya tata kelola yang kuat sejak tahap awal proyek, termasuk melalui proses seleksi yang transparan serta berbasis mitigasi risiko.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan bahwa pengumuman ini menjadi langkah penting dalam memastikan proyek pengolahan sampah menjadi energi dapat berjalan secara profesional dan berkelanjutan.
"Kami akan terus bekerja sama erat dengan para mitra, Pemerintah Daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menghadirkan kemajuan yang terukur dalam pengurangan sampah dan pembangkitan energi bersih," ungkap Pandu dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).
"Mitra operator terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional yang konsisten, memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, serta mendorong keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat," imbuhnya.
Program WtE atau PSEL ini menjadi bagian dari komitmen Danantara Indonesia untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah terpadu yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus masyarakat.
Profil Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd
Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd merupakan perusahaan teknologi lingkungan asal China yang dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam industri Waste-to-Energy.
Perusahaan ini memiliki pengalaman luas dalam pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik, mulai dari tahap desain, investasi, pembangunan hingga operasional fasilitas.
Selain itu, bisnis mereka juga mencakup manufaktur dan pemasangan peralatan insinerator serta pengolahan sampah padat perkotaan (municipal solid waste/MSW) yang diubah menjadi sumber listrik.
Melalui anak perusahaannya, Weiming Equipment, perusahaan ini sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan perusahaan Indonesia melalui kontrak penyediaan peralatan insinerator WtE bersama Shanghai Dingxin Investment atau Qingshan Park.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi ekspor teknologi lingkungan dari China ke Indonesia.
Pada tahun 2023, Zhejiang Weiming Environment Protection tercatat menghasilkan sekitar 3,85 miliar kWh listrik, yang sebagian besar berasal dari fasilitas pembangkit Waste-to-Energy yang mereka operasikan.
Perusahaan ini juga pernah menawarkan kerja sama investasi sekitar US$225 juta kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk proyek pengelolaan sampah dan skema build-own-operate (BOO) fasilitas WtE.
Selain di Bali, Weiming juga sempat menjajaki penggunaan teknologi insinerasi untuk proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Cirebon Raya serta melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3746 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1681 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang