Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Profil Perusahaan Zhejiang Weiming yang Garap Pembangkit Listrik dari Sampah di Denpasar

Sabtu, 7 Maret 2026, 23:01 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Denpasar/Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat meninjau calon lokasi PSEL pada November 2025 lalu.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Danantara Indonesia resmi mengumumkan mitra operator untuk proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia, termasuk untuk pembangunan fasilitas di Kota Denpasar, Bali.

Melalui proses seleksi yang melibatkan berbagai perusahaan internasional berpengalaman, Danantara menetapkan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. sebagai operator pembangkit WtE di Denpasar. Sementara itu, operator untuk fasilitas serupa di Bekasi ditetapkan Wangneng Environment Co., Ltd.

Penetapan mitra ini merupakan bagian dari program nasional pengolahan sampah menjadi energi yang didorong pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Program tersebut bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah perkotaan, mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus mendukung pengembangan energi yang lebih berkelanjutan.

Sejalan dengan dual mandate Danantara Indonesia, perusahaan operator yang terpilih diwajibkan membentuk konsorsium dengan berbagai pihak, termasuk badan usaha milik pemerintah daerah serta perusahaan lokal di Indonesia.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong transfer teknologi serta meningkatkan kapasitas industri dalam negeri di sektor pengolahan sampah dan energi terbarukan.

Selain itu, Danantara Indonesia juga menekankan pentingnya tata kelola yang kuat sejak tahap awal proyek, termasuk melalui proses seleksi yang transparan serta berbasis mitigasi risiko.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan bahwa pengumuman ini menjadi langkah penting dalam memastikan proyek pengolahan sampah menjadi energi dapat berjalan secara profesional dan berkelanjutan.

"Kami akan terus bekerja sama erat dengan para mitra, Pemerintah Daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menghadirkan kemajuan yang terukur dalam pengurangan sampah dan pembangkitan energi bersih," ungkap Pandu dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).

"Mitra operator terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional yang konsisten, memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, serta mendorong keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat," imbuhnya.

Program WtE atau PSEL ini menjadi bagian dari komitmen Danantara Indonesia untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah terpadu yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus masyarakat.

Profil Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd

Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd merupakan perusahaan teknologi lingkungan asal China yang dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam industri Waste-to-Energy.

Perusahaan ini memiliki pengalaman luas dalam pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik, mulai dari tahap desain, investasi, pembangunan hingga operasional fasilitas.

Selain itu, bisnis mereka juga mencakup manufaktur dan pemasangan peralatan insinerator serta pengolahan sampah padat perkotaan (municipal solid waste/MSW) yang diubah menjadi sumber listrik.

Melalui anak perusahaannya, Weiming Equipment, perusahaan ini sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan perusahaan Indonesia melalui kontrak penyediaan peralatan insinerator WtE bersama Shanghai Dingxin Investment atau Qingshan Park.

Kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi ekspor teknologi lingkungan dari China ke Indonesia.

Pada tahun 2023, Zhejiang Weiming Environment Protection tercatat menghasilkan sekitar 3,85 miliar kWh listrik, yang sebagian besar berasal dari fasilitas pembangkit Waste-to-Energy yang mereka operasikan.

Perusahaan ini juga pernah menawarkan kerja sama investasi sekitar US$225 juta kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk proyek pengelolaan sampah dan skema build-own-operate (BOO) fasilitas WtE.

Selain di Bali, Weiming juga sempat menjajaki penggunaan teknologi insinerasi untuk proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Cirebon Raya serta melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami