Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
MBG Topang Penjualan Daihatsu di Tengah Lesunya Pasar Otomotif di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Industri otomotif di Bali mengalami perlambatan sepanjang tahun 2025. Meski demikian, penjualan kendaraan Daihatsu di Bali masih bertahan berkat tingginya permintaan kendaraan komersial, terutama yang didorong oleh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.
Berdasarkan data Daihatsu, pasar otomotif di Bali mengalami penurunan sekitar 27 persen pada tahun 2025. Jika pada 2024 total penjualan mencapai 30.130 unit, maka pada 2025 angka tersebut turun menjadi 21.995 unit. Di tengah kondisi pasar yang melemah, Daihatsu tetap mampu mempertahankan posisi kedua dalam market share otomotif di Bali.
Baca juga:
Inilah Perbandingan Daihatsu Sigra 2023 dan Sigra 2024
"Market share Daihatsu Bali berada di bertahan posisi 2 dengan share 17,70 persen, di mana tahun lalu 19,71 persen," ungkap Kepala Cabang Astra Daihatsu Sales Operation (DSO) Gianyar, Kadek P Mahardika.
Ia menjelaskan, Program MBG memberikan dampak positif terhadap penjualan kendaraan Daihatsu, khususnya pada segmen kendaraan niaga.
"Secara tidak langsung MBG memberi stimulus ke Daihatsu itu range-nya 5-8 persen itu meningkat sejak ada MBG puncaknya di pertengahan tahun 2025 sampai ke belakang masih tinggi minatnya," ucapnya, saat Media Gathering Daifit 2026, Jumat (6/3/2026) di Denpasar.
Seiring dengan target program MBG yang menjangkau lebih banyak siswa, permintaan kendaraan komersial khususnya Gran Max Daihatsu juga meningkat. Daihatsu Bali pun berupaya menjaga ketersediaan kendaraan agar waktu inden tidak terlalu lama.
Untuk kendaraan boks, masa tunggu diperkirakan sekitar satu bulan, sedangkan kendaraan pikap dapat tersedia dalam waktu sekitar dua minggu.
"Di Bali dapur MBG mulai banyak dibuka lagi oleh pemerintah sehingga seperti hari ini kita masih tinggi permintaan dari MBG," katanya.
Dari data penjualan Daihatsu, Gran Max pikap masih menjadi tulang punggung penjualan. Pada tahun 2024 kendaraan ini terjual sebanyak 1.220 unit dengan kontribusi sekitar 21 persen. Pada tahun 2025 kontribusinya meningkat menjadi 32 persen dengan angka penjualan 1.262 unit.
Di posisi berikutnya terdapat Daihatsu Terios dengan kontribusi 26 persen pada tahun 2024 atau sebanyak 1.542 unit. Namun pada tahun 2025 penjualannya menurun menjadi 1.036 unit dengan kontribusi sekitar 27 persen.
Sementara berdasarkan data polisi registrasi (Polreg) hingga Februari 2026, Daihatsu mengklaim telah mencapai sekitar 50 persen market share untuk kendaraan niaga di Bali.
Dari total penjualan kendaraan komersial sekitar 300 unit per bulan di Bali, Daihatsu mencatat penjualan sekitar 150 unit atau setara dengan market share sebesar 50 persen.

"Hari ini angkanya terus naik sampai sekarang, tidak hanya pikap boks tapi juga blind van semua itu untuk memenuhi permintaan dari mitra MBG yang sudah mulai tersebar ada di Singaraja, Karangasem, dan lainnya," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3730 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1673 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang