Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Koster Dorong Percepatan Proyek Sampah Jadi Listrik di Bali, Target Groundbreaking Juni 2026

Rabu, 11 Maret 2026, 23:48 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemprov Bali/Koster Dorong Percepatan Proyek Sampah Jadi Listrik di Bali, Target Groundbreaking Juni 2026.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pemerintah Provinsi Bali mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang penanganan sampah di Pulau Dewata.

Gubernur Bali Wayan Koster mematangkan rencana percepatan proyek tersebut saat menerima perwakilan pemerintah pusat, Danantara, serta investor asal Tiongkok Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd yang akan menggarap proyek Waste-to-Energy (WtE) di Bali.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara.

Dalam kesempatan itu, Koster menegaskan Bali siap menjadi daerah prioritas dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis energi.

“Kami di Bali sudah satu tim, gubernur, wali kota, dan para bupati. Lahan sudah disiapkan, akses jalan sudah ada, dan sosialisasi kepada masyarakat juga sudah dilakukan. Masyarakat pada prinsipnya sudah setuju, jadi sekarang tinggal berjalan,” ujar Koster.

Menurutnya, proyek ini sangat dinantikan masyarakat karena volume sampah di Bali terus meningkat seiring posisi daerah tersebut sebagai destinasi pariwisata dunia.

“Kami siap mensupport apa pun yang dibutuhkan agar proyek ini berjalan lancar. Isu pengolahan sampah ini sangat ditunggu masyarakat Bali, jadi kita dorong percepatannya,” tegasnya.

Dari pihak pemerintah pusat, Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti menyatakan komitmen untuk mengawal percepatan pembangunan PSEL di Bali.

Menurutnya, proyek PSEL yang masuk dalam tahap awal pengembangan akan segera dibahas dalam rapat koordinasi terbatas pemerintah pusat.

“Kami mohon dukungan dari pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan PKS antara Pemda dan BUPP Danantara, termasuk komitmen jumlah volume sampah yang akan diolah setiap harinya,” ujarnya.

Pemerintah pusat menargetkan peluncuran proyek PSEL di empat lokasi pada 6 April 2026 yang akan ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Sementara itu, proses groundbreaking proyek PSEL di Bali ditargetkan dapat dimulai pada akhir Juni 2026.

Dalam masa transisi menuju operasional, pemerintah juga akan mengawal kebijakan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta memastikan sistem pengelolaan sampah tetap berjalan.

Perwakilan investor dari Zhejiang Weiming memastikan teknologi yang digunakan dalam fasilitas PSEL Bali akan memenuhi standar emisi Eropa sehingga tidak mencemari udara.

Selain itu, fasilitas ini dirancang dengan sistem zero limbah air atau lindi. Seluruh residu pengolahan akan diproses secara maksimal sehingga tidak mencemari lingkungan.

Sebagian residu bahkan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan konstruksi seperti conblock, paving block, hingga material bangunan lainnya.

Pemerintah pusat bersama investor juga menyiapkan dukungan tambahan berupa truk listrik pengangkut sampah guna mendukung sistem pengelolaan sampah modern di Bali.

Dengan percepatan pembangunan ini, Bali diharapkan menjadi daerah pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas PSEL skala besar sekaligus menjadi model pengelolaan sampah terpadu bagi daerah lain di Indonesia.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami