Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




BMKG: Bali Berpotensi Dilanda Kemarau Panjang di 2026

Jumat, 13 Maret 2026, 10:29 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/BMKG: Bali Berpotensi Dilanda Kemarau Panjang di 2026.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Bali memperkirakan musim kemarau tahun 2026 di Bali berpotensi berlangsung lebih panjang dan kering dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kondisi tersebut dipicu oleh pengaruh fenomena El Nino yang diprediksi muncul pada pertengahan tahun.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Bali Trayi Budi Samantu menjelaskan potensi kemarau ekstrem terutama dapat terjadi pada periode Juli hingga Oktober 2026.

“Pada Juli hingga Oktober terjadi fenomena El Nino lemah, maka ini sangat berpotensi kekeringan panjang atau ekstrem,” kata Prakirawan Stasiun Klimatologi Bali Trayi Budi Samantu di sela pemaparan Musim Kemarau 2026 secara virtual di Denpasar, Bali, Kamis, 12 Maret 2026.

Menurut analisis BMKG, wilayah Bali bagian utara menjadi daerah yang paling berpotensi mengalami dampak kekeringan paling parah. Daerah tersebut mencakup Kabupaten Buleleng dari wilayah barat hingga timur, Pulau Nusa Penida, serta wilayah selatan Kabupaten Klungkung.

BMKG juga memprediksi awal musim kemarau di Bali akan dimulai lebih cepat di beberapa wilayah. Pulau Nusa Penida diperkirakan menjadi kawasan pertama yang memasuki musim kemarau, yakni pada Dasarian I Maret 2026.

Kemudian pada Dasarian II Maret, kemarau diperkirakan mulai merambah wilayah selatan Kabupaten Gianyar, selatan Kabupaten Klungkung, serta selatan Kabupaten Karangasem.

Sementara itu, wilayah Bali bagian tengah diprakirakan menjadi kawasan yang paling akhir mengalami musim kemarau. Secara keseluruhan, BMKG memperkirakan seluruh wilayah Bali telah memasuki musim kemarau pada Agustus 2026 dengan durasi sekitar enam bulan sejak Maret.

Durasi tersebut lebih panjang dibandingkan musim kemarau tahun 2025 yang berlangsung sekitar empat bulan, yakni antara Juni–Juli hingga Agustus–September.

Dari sisi suhu udara, BMKG memproyeksikan temperatur selama musim kemarau 2026 masih berada dalam kisaran normal. Suhu diperkirakan tetap berada di bawah 35 derajat Celsius, meskipun pemantauan tetap dilakukan secara berkala setiap dasarian dan bulanan.

Kepala Stasiun Klimatologi Bali Aminudin Ar Roniri menjelaskan sebagian besar wilayah Bali diprediksi mengalami kemarau lebih cepat dibandingkan tahun lalu.

“Prediksi sifat musim kemarau 2026 bersifat di bawah normal yaitu 90 persen. Sifat di bawah normal ini perlu disikapi baik, terutama daerah potensi kekeringan,” ucapnya.

BMKG pun mengingatkan pemerintah daerah, sektor pertanian, pelaku usaha, hingga masyarakat agar mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini. Beberapa upaya yang disarankan antara lain pengelolaan sumber daya air secara efisien, penghematan penggunaan air, pengaturan distribusi air irigasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran lahan di wilayah Bali. (sumber: metrotvnews.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami