Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Harga Bumbu Dapur di Bangli Naik Usai Nyepi-Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026, 14:14 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Harga Bumbu Dapur di Bangli Naik Usai Nyepi-Lebaran.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Harga sejumlah bumbu dapur di Kabupaten Bangli mengalami kenaikan signifikan setelah perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026. Kenaikan ini dipicu oleh menipisnya stok barang di pasaran pasca-hari raya.

Pantauan di Pasar Kidul Bangli, Selasa (24/3/2026) menunjukkan sejumlah komoditas mengalami lonjakan harga, meskipun ada beberapa yang justru mengalami penurunan.

Salah satu pedagang, Ni Komang Tri, mengungkapkan harga cabai rawit saat ini memang mengalami penurunan, namun tidak diikuti oleh komoditas lainnya.

"Meski harga cabai rawit saat ini turun menjadi Rp90 ribu per kilo dari sebelumnya di harga Rp170 ribu, berbagai jenis bumbu dapur lainnya justru mengalami peningkatan harga," katanya.

Ia merinci, bawang merah Bima kini dijual Rp45 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp40 ribu. Sementara bawang Songan naik dari Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada bawang putih yang kini berada di kisaran Rp32 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp28 ribu hingga Rp30 ribu. Cabai lombok naik menjadi Rp50 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp25 ribu hingga Rp30 ribu.

Hal serupa terjadi pada cabai keriting yang kini mencapai Rp50 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp30 ribu. Bahkan, tomat mengalami lonjakan cukup signifikan dari Rp8.000 menjadi Rp15 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini disebut dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan setelah tingginya permintaan saat hari raya. Selain harga yang meningkat, pedagang juga mengeluhkan penurunan jumlah pembeli yang berdampak pada omzet penjualan harian.

Komang Tri menambahkan dengan kenaikan ini dan pembeli yang sedikit omzet penjualan juga menurun, di mana sebelumnya bisa menjual 20 hingga 30 kilo perhari, kini hanya bisa menjual 5 hingga 10 kilo perhari.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami