Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Jelang TPA Suwung Ditutup, Denpasar Gerakkan Kaling Tangani Sampah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Kota Denpasar mengumpulkan kepala lingkungan (kaling) dan kepala dusun (kadus) untuk memperkuat penanganan sampah jelang penutupan TPA Suwung.
Kegiatan yang berlangsung di Graha Sewakadharma Lumintang pada Kamis (26/3) ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, serta turut dihadiri para kelian adat.
Dalam pertemuan tersebut, kaling dan kadus dibagi per kecamatan untuk memperkuat koordinasi di wilayah masing-masing, terutama dalam edukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah berbasis sumber.
"Harapan, kaling ini kan punya kewenangan kewilayahan. Tujuannya agar kaling berperan aktif edukasi masyarakat secara langsung ke warganya," kata Jaya Negara.
Ia menegaskan, peran kaling dan kadus sangat vital sebagai ujung tombak di masyarakat dalam mendukung program pemerintah, termasuk melalui peran PKK dan rumah tangga.
"Tanpa dukungan mereka tidak akan maksimal, sehingga kami undang mereka dan bergerak. Kaling punya peran ngedig kul-kul dan warga turun untuk gotong royong dalam penanganan sampah melalui sumber," paparnya.
Selain sosialisasi pemilahan sampah, pemerintah juga mendistribusikan komposter bag kepada masyarakat melalui kaling dan kadus agar bisa langsung dimanfaatkan di tingkat keluarga.
Tak hanya itu, penanganan sampah upakara juga menjadi perhatian. Pemkot Denpasar menyiapkan layanan khusus melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk membantu masyarakat.
"Misalkan ada sampah upakara seperti ngaben, nganten, kita siapkan call center atau telepon khusus untuk tangani sampah, nanti kaling bisa hubungi nomor itu dan diambil DLHK," ungkapnya.
Sementara itu, Kadus Pucaksari, Desa Dangin Puri Kauh, menyampaikan bahwa penanganan sampah di wilayahnya telah berjalan sesuai arahan pemerintah. Berbagai upaya seperti teba modern, pemilahan sampah, hingga distribusi komposter bag telah dilakukan.
Namun demikian, pihaknya mengakui distribusi komposter bag belum merata karena keterbatasan stok dari produsen.
"Dari 1.000 KK yang ada di wilayahnya, saat ini baru tersasar 400-an KK yang baru dapat. Karena permintaan banyak, tapi stok sedikit. Begitu sudah ada stok dari produsen langsung kami distribusikan ke warga," Akunya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8489 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5831 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3655 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar