Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Bali Kejar 3.000 MW di 2031, Koster: Listrik dari Jawa Hanya Cadangan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan kemandirian energi Pulau Dewata dengan kapasitas listrik mencapai 3.000 MW pada tahun 2031. Dengan capaian tersebut, suplai listrik dari Jawa hanya akan difungsikan sebagai cadangan.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Bali memperingati setahun kepemimpinan Koster-Giri, Rabu (25/3/2026).
Dalam pidatonya, Koster mengungkapkan saat ini kapasitas listrik Bali mencapai 1.450 MW, namun masih bergantung pada pasokan sebesar 380 MW dari Paiton, Jawa Timur melalui kabel bawah laut.
Baca juga:
Koster Dorong Percepatan Proyek Sampah Jadi Listrik di Bali, Target Groundbreaking Juni 2026
Sebagai wilayah kepulauan, Bali dinilai harus segera mandiri energi guna menghindari risiko gangguan listrik yang dapat berdampak pada sektor pariwisata. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah bersama PT PLN (Persero) dan Kementerian ESDM telah menyiapkan pembangunan sejumlah pembangkit listrik secara bertahap dalam kebijakan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
Pembangunan dimulai di Pesanggaran dengan kapasitas 200 MW pada 2026-2027, dilanjutkan di perbatasan Denpasar-Gianyar sebesar 450 MW pada 2028-2029, serta di Celukan Bawang dengan kapasitas 2x450 MW pada periode 2030-2031. Secara keseluruhan, tambahan kapasitas listrik mencapai 1.550 MW dengan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan berbasis gas tanpa batu bara.
Dengan total kapasitas 3.000 MW pada 2031, sistem kelistrikan Bali akan berdiri mandiri, sementara suplai dari Jawa hanya digunakan sebagai (reset sharing) cadangan jika terjadi gangguan pembangkit di Bali. Koster menegaskan, ketergantungan terhadap kabel bawah laut sangat berisiko karena rentan terhadap arus laut maupun kecelakaan yang dapat menyebabkan pemadaman total di Bali.
"Kemandirian ini penting karena saluran kabel bawah laut sangat rawan terhadap arus kuat maupun kecelakaan yang bisa membuat listrik Bali padam total dan merusak citra pariwisata," katanya.
Selain pembangunan pembangkit, Pemprov Bali juga mendorong percepatan pemanfaatan energi bersih melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Program ini dijalankan sesuai regulasi daerah dan melibatkan PT Icon Plus sebagai pelaksana pemasangan dan pemeliharaan panel surya.
Menariknya, skema yang diterapkan memungkinkan masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya awal karena seluruh pembiayaan, pemasangan, hingga perawatan ditanggung oleh PLN. Penggunaan PLTS Atap disebut mampu menghemat biaya listrik hingga 30 persen per bulan, sekaligus tetap berfungsi saat terjadi pemadaman listrik dari jaringan utama.
Pemerintah juga menyiapkan kuota PLTS Atap sebesar 250 MW, termasuk potensi tambahan hingga 400 MW di kawasan kehutanan Karangasem.
Koster mengajak seluruh elemen, mulai dari masyarakat, pemerintah, hingga sektor swasta untuk beralih ke energi bersih guna mendukung citra Bali sebagai destinasi wisata ramah lingkungan dunia.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan PLTS Atap pada gedung-gedung pemerintah, BUMN, BUMD, dan sektor swasta sebagai langkah konkret menuju Bali mandiri energi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5835 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2192 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan