Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Bupati Sutjidra Dorong 87 Koperasi Mati Suri di Buleleng Bangkit Lagi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 87 koperasi di Kabupaten Buleleng hingga kini masih berstatus belum aktif. Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap puluhan koperasi tersebut dapat kembali beroperasi agar mampu memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat menghadiri peringatan Hari Koperasi ke-79 yang digelar di Gedung Sasana Budaya, Jumat (24/7/2026).
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Buleleng, saat ini terdapat 573 koperasi yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 486 koperasi aktif, sementara 87 koperasi lainnya masih belum beroperasi.
"Ini merupakan kekuatan besar untuk menggerakkan perekonomian daerah. Kami berharap koperasi yang belum aktif dapat kembali bangkit sehingga mampu memberikan manfaat bagi anggotanya," ujar Sutjidra.
Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, para pengurus koperasi didorong terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memiliki jiwa kewirausahaan, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan usaha.
"Peluang koperasi saat ini sangat besar. Pengurus harus memiliki jiwa entrepreneur, mampu memetakan potensi di wilayahnya, membina anggota, serta memanfaatkan digitalisasi agar koperasi semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman," katanya.
Bupati asal Desa Bontihing tersebut juga mengajak koperasi untuk memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, sinergi antara koperasi dan UMKM akan membuka peluang pemasaran produk lokal yang lebih luas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat desa.
Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Buleleng, Nengah Tenaya, menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukanlah pesaing bagi koperasi yang sudah lebih dahulu berdiri.
"Kalau di desa sudah ada koperasi simpan pinjam, maka Koperasi Merah Putih dapat bergerak di sektor riil. Prinsipnya adalah membangun sinergi agar seluruh koperasi berkembang bersama," ujar Tenaya.
Ia menambahkan, transformasi digital di sektor koperasi juga terus berkembang. Saat ini sekitar 80 persen koperasi di Kabupaten Buleleng telah mulai menerapkan digitalisasi layanan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada para anggota sekaligus memperkuat daya saing di tengah perkembangan teknologi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3303 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 777 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 715 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman