Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 25 Juli 2026
Bupati Sutjidra Dorong 87 Koperasi Mati Suri di Buleleng Bangkit Lagi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 87 koperasi di Kabupaten Buleleng hingga kini masih berstatus belum aktif. Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap puluhan koperasi tersebut dapat kembali beroperasi agar mampu memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat menghadiri peringatan Hari Koperasi ke-79 yang digelar di Gedung Sasana Budaya, Jumat (24/7/2026).
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Buleleng, saat ini terdapat 573 koperasi yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 486 koperasi aktif, sementara 87 koperasi lainnya masih belum beroperasi.
"Ini merupakan kekuatan besar untuk menggerakkan perekonomian daerah. Kami berharap koperasi yang belum aktif dapat kembali bangkit sehingga mampu memberikan manfaat bagi anggotanya," ujar Sutjidra.
Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, para pengurus koperasi didorong terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memiliki jiwa kewirausahaan, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan usaha.
"Peluang koperasi saat ini sangat besar. Pengurus harus memiliki jiwa entrepreneur, mampu memetakan potensi di wilayahnya, membina anggota, serta memanfaatkan digitalisasi agar koperasi semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman," katanya.
Bupati asal Desa Bontihing tersebut juga mengajak koperasi untuk memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, sinergi antara koperasi dan UMKM akan membuka peluang pemasaran produk lokal yang lebih luas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat desa.
Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Buleleng, Nengah Tenaya, menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukanlah pesaing bagi koperasi yang sudah lebih dahulu berdiri.
"Kalau di desa sudah ada koperasi simpan pinjam, maka Koperasi Merah Putih dapat bergerak di sektor riil. Prinsipnya adalah membangun sinergi agar seluruh koperasi berkembang bersama," ujar Tenaya.
Ia menambahkan, transformasi digital di sektor koperasi juga terus berkembang. Saat ini sekitar 80 persen koperasi di Kabupaten Buleleng telah mulai menerapkan digitalisasi layanan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada para anggota sekaligus memperkuat daya saing di tengah perkembangan teknologi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3821 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1488 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1469 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1422 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1319 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun