Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Hari Air Sedunia, Wabup Alit Sucipta Larang Sampah Organik ke TPA Suwung Mulai 1 April
bbn/dok Humas Pemkab Badung/Hari Air Sedunia, Wabup Alit Sucipta Larang Sampah Organik ke TPA Suwung Mulai 1 April.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, didampingi Nyonya Yunita Alit Sucipta, memimpin apel Peringatan Hari Air Sedunia (World Water Day) Tahun 2026 di Pantai Kelan, Kuta, Badung, Jumat (27/3).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti, jajaran Forkopimda Badung, serta sejumlah pejabat daerah dan elemen masyarakat.
Apel Hari Air Sedunia kali ini mengusung tema “Water and Gender” atau “Air dan Kesetaraan Gender” yang dirangkaikan dengan aksi kebersihan (korve) di kawasan Pantai Kelan.
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kelestarian air merupakan tanggung jawab bersama, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut.
Dalam kesempatan itu, Wabup juga menyerahkan bantuan 30 unit tong komposter kepada para lurah se-Kecamatan Kuta. Bantuan ini berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) RS Kasih Ibu untuk mendorong pengelolaan sampah organik dari sumber.
Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam aksi kebersihan di pesisir pantai Badung.
“Persoalan sampah tidak akan pernah selesai jika kita hanya berfokus pada pembersihan di hilir. Oleh karena itu, mulai 1 April 2026, tidak boleh lagi ada sampah organik yang dibawa ke TPA Suwung. Sampah organik wajib diselesaikan dari sumbernya,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari camat, perbekel atau lurah hingga bendesa adat untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber.
Baca juga:
Bupati Adi Arnawa dan Wabup Alit Sucipta Hadiri Pelebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra
Selain itu, Wabup mengapresiasi sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, khususnya kontribusi RS Kasih Ibu dalam mendukung perubahan perilaku masyarakat melalui bantuan komposter.
Menurutnya, kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi fondasi utama sektor pariwisata di Kabupaten Badung yang harus terus dijaga.
“Aksi hari ini diharapkan menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat, dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai kunci mewujudkan Badung yang bersih, indah, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun