Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Video Masak Anjing di Nusa Penida Viral, Polisi Turun Tangan
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan sejumlah pria memasak seekor anjing di kawasan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Peristiwa ini memicu reaksi luas dari masyarakat, khususnya di daerah pariwisata Bali.
Menanggapi viralnya video tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Nusa Penida langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan fakta di balik kejadian tersebut.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial guna menjaga situasi tetap kondusif.
"Kami langsung menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial dengan melakukan penyelidikan secara cepat dan terukur. Langkah ini kami ambil untuk memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah timbulnya persepsi negatif, khususnya di wilayah pariwisata seperti Nusa Penida," kata Kompol Kesuma Jaya, Jumat (3/4).
Dari hasil penelusuran, kejadian tersebut berlangsung pada Selasa, 24 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 WITA di sebuah gubuk kosong di pinggir pantai Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida.
Polisi kemudian mengidentifikasi dua orang pelaku berinisial AE (22) dan DK (31), yang diketahui sebagai warga pendatang dan sementara tinggal di wilayah tersebut.
"Berdasarkan keterangan yang diperoleh, tindakan tersebut dilakukan terhadap hewan milik sendiri yang dalam kondisi sudah mati," imbuhnya.
Kedua pelaku telah dimintai keterangan dan mengakui perbuatannya. Mereka juga menyadari bahwa tindakan tersebut serta unggahan video yang dibuat telah memicu keresahan di masyarakat.
Sebagai bentuk tanggung jawab, keduanya telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Polisi juga memberikan peringatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Selain itu, kepolisian mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyebarkan konten yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial, tidak mudah menyebarkan konten yang belum tentu dipahami secara utuh, serta selalu mempertimbangkan dampak yang dapat ditimbulkan, baik terhadap ketertiban umum maupun citra daerah," ujarnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7550 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5622 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3524 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2383 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan