Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pasokan LPG Dijaga, STS Kalbut Jadi Andalan

Senin, 13 April 2026, 10:36 WITA Follow
Beritabali.com

bnn/dok Pertamina/ Pasokan LPG Dijaga, STS Kalbut Jadi Andalan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Pertamina Patra Niaga berkomitmen penuh mendukung ketahanan energi nasional melalui penyediaan dan distribusi energi yang andal, aman, dan merata di seluruh Indonesia. Sebagai Subholding Downstream, perusahaan memperkuat infrastruktur dan menjamin pasokan energi, salah satunya LPG.

Pertamina Patra Niaga memperkuat distribusi LPG nasional melalui optimalisasi sarana terintegrasi, mulai dari ketersediaan kapal untuk distribusi laut, skid tank untuk distribusi darat, hingga peningkatan pengawasan di SPPBE dan pangkalan resmi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketahanan stok dan distribusi merata hingga ke berbagai daerah, termasuk Bali.

Dalam menjaga kesinambungan suplai LPG, distribusi ini didukung oleh fasilitas Ship-to-Ship (STS) Kalbut di Teluk Kalbut. Fasilitas ini menjadi pusat layanan transfer LPG dari kapal tanker induk ke kapal yang lebih kecil untuk didistribusikan ke berbagai wilayah.

STS Kalbut telah beroperasi sejak 1995 dengan luas area laut sekitar 3,92 kilometer persegi dan merupakan bagian dari Terminal BBM Tanjungwangi.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan bahwa peran STS Kalbut sangat vital dalam distribusi energi nasional.

"Eksistensi STS Kalbut ini merupakan urat nadi energi Indonesia yang menjadi tulang punggung suplai LPG. Tidak hanya Jawa Timur, tetapi juga termasuk wilayah Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan, hingga Sulawesi," ujar Ahad.

Ia menjelaskan, untuk wilayah Jatimbalinus, distribusi LPG dari STS Kalbut menjangkau sejumlah terminal strategis, termasuk Terminal LPG Surabaya, Tanjungwangi, Manggis di Bali, Ampenan, hingga Bima.

"Suplai reguler STS Kalbut di Jatimbalinus bervariasi, dengan tonase kapal mulai dari 1.700 metrik ton hingga 10.000 metrik ton. Keberadaan STS Kalbut yang dikelola oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menjadi urat nadi energi Indonesia. Melalui STS Kalbut, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga pasokan dan distribusi LPG agar berjalan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Pertamina Patra Niaga hadir melayani sepenuh hati untuk memenuhi energi bagi Indonesia," tutup Ahad.

Seiring meningkatnya kebutuhan LPG di Jawa Timur dan Bali, pada 8 April 2026 telah sandar kapal kargo dengan muatan 44.839 metrik ton di STS Kalbut. Muatan ini selanjutnya didistribusikan ke sejumlah terminal, di antaranya Gresik, Surabaya, dan Banyuwangi.

Distribusi ke Gresik dijadwalkan tiba pada 12 April dengan muatan 10.000 metrik ton, ditambah suplai dari kilang TPPI sebesar 1.000 metrik ton. Sementara itu, Surabaya telah menerima 8.000 metrik ton sejak 10 April dan tengah dalam proses bongkar. Untuk Banyuwangi, pengiriman 2.500 metrik ton diperkirakan tiba pada 11 April.

Dengan penguatan distribusi ini, pasokan LPG untuk Bali dan wilayah sekitarnya diharapkan tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan energi masyarakat.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Pertamina



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami