Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 24 Juni 2026
Pria Linglung Ditemukan di Tebing Sukawati, Ternyata Hilang Sejak 3 Hari
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang pria ditemukan dalam kondisi linglung dan lemas di bawah tebing Tukad Pengubengan, Banjar Negari, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Sabtu (11/4/2026) sore.
Penemuan tersebut bermula dari kecurigaan seorang warga, I Kadek Supawan (47), yang saat itu tengah memotong rumput di sekitar lokasi. Ia melihat seseorang tergeletak di atas tumpukan sampah di dasar tebing dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.
Menindaklanjuti laporan itu, Bhabinkamtibmas Desa Singapadu Tengah, Ida Bagus Dwija bersama warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Korban ditemukan dalam kondisi lemah, linglung, serta mengalami luka lecet di bagian punggung dan gangguan pada kaki kanan.
Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi korban ke tempat yang lebih aman. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos biru bertuliskan “Medahan”, yang kemudian menjadi petunjuk awal untuk mengidentifikasi identitasnya.
Petugas selanjutnya berkoordinasi dengan aparat di Desa Medahan dan menemukan kecocokan dengan laporan orang hilang sejak Kamis (9/4/2026).
Korban diketahui bernama I Nyoman Kertawinata (58), warga Banjar Anggarkasih, Desa Medahan. Sekitar pukul 18.00 WITA, pihak keluarga tiba di lokasi dan memastikan identitas korban.
Setelah proses evakuasi, korban langsung dibawa pulang oleh keluarga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Proses evakuasi berlangsung aman dan lancar, mencerminkan sinergi yang baik antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam merespons situasi darurat di wilayah tersebut," ujar Dwija.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun