Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
22 Proyek Strategis Bali Digenjot untuk Konektivitas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Provinsi Bali memperkuat arah pembangunan jangka menengah melalui kesepakatan 22 proyek strategis yang difokuskan pada peningkatan konektivitas dan pemerataan ekonomi antarwilayah.
Kesepakatan tersebut ditandatangani di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (13/4/2026), melibatkan Pemprov Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung, Pemerintah Kota Denpasar, serta Pemerintah Kabupaten Gianyar.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra.
Langkah ini menjadi penguatan komitmen pembangunan berbasis gotong royong lintas daerah, terutama melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang bersumber dari daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi.
Gubernur Koster menegaskan bahwa proyek strategis ini dirancang untuk menjawab tantangan besar Bali, terutama kemacetan, ketimpangan pembangunan, serta kebutuhan konektivitas antarwilayah hingga 2028–2029.
Sejumlah proyek prioritas difokuskan pada infrastruktur jalan guna mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah selatan. Di antaranya pembangunan Jalan Gatot Subroto Barat–Canggu, Jalan Sunset Road–Mahendradatta, hingga underpass Tohpati yang menjadi simpul penting di Denpasar.
Untuk membuka akses Bali Utara, pembangunan Jalan Baru Batas Kota Singaraja–Mengwitani menjadi proyek kunci dalam mendorong distribusi ekonomi dari selatan ke utara.
Selain itu, pembangunan Jalan Lingkar Nusa Penida di Klungkung diharapkan mampu memperkuat konektivitas kawasan kepulauan serta meningkatkan daya tarik pariwisata.
Konektivitas juga diperluas melalui pembangunan Jalan Kusamba–Padangbai dan jalur penghubung kawasan suci Pura Batur menuju Pura Agung Besakih, yang mengintegrasikan jalur ekonomi dan spiritual.
Di sektor maritim, pengembangan pelabuhan seperti Sangsit, Amed, Celukan Bawang, dan Kusamba diarahkan menjadi pusat distribusi logistik dan pariwisata bahari baru, sekaligus mengurangi beban wilayah selatan Bali.
Tak hanya infrastruktur fisik, proyek strategis ini juga menyasar sektor budaya dan pertanian, termasuk penataan kawasan suci Besakih serta pembangunan pusat pengolahan gabah dan pabrik pakan ternak di Tabanan.
Dalam perkembangannya, jumlah proyek meningkat dari 20 menjadi 22 proyek setelah dilakukan penyesuaian. Sebagian proyek sebelumnya diambil alih pemerintah pusat melalui skema Proyek Strategis Nasional, sementara enam proyek baru ditambahkan oleh pemerintah daerah.
Dengan fokus pada konektivitas dan pemerataan, program ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah di Bali serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Kesepakatan ini sekaligus menjadi penanda bahwa pembangunan Bali ke depan tidak lagi terpusat di selatan, melainkan bergerak menuju keseimbangan yang merata hingga ke wilayah utara, timur, dan barat pulau.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 716 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 660 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 485 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 466 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik