Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Kronologi Penyerangan Kos di Tunjung Biru Pemogan Denpasar, Satu Pelaku Ditangkap
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aksi penyerangan terjadi di sebuah rumah kos di Jalan Tunjung Biru, Lingkungan Taruna Bhineka, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Minggu (26/4) sekitar pukul 01.00 Wita. Puluhan pemuda pendatang dilaporkan datang membawa senjata tajam dan melakukan pelemparan batu ke arah bangunan kos serta rumah warga.
Akibat kejadian tersebut, satu unit mobil Toyota Innova DK 1302 ADF mengalami kerusakan pada bagian kaca belakang. Keributan ini diduga dipicu oleh kesalahpahaman saat pesta minuman keras yang berujung pada perkelahian antar pemuda.
Salah satu pelaku yang berhasil diamankan polisi adalah Gregorius Andrean Solo (22), seorang mahasiswa asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Saat ini, ia masih menjalani pemeriksaan di Polsek Denpasar Selatan.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, insiden bermula ketika Andrean Solo mendatangi kamar kos rekannya, Kristian Ama Kii (21), yang sedang mengerjakan tugas bersama dua temannya.
"Mereka meneguk minuman keras di kamar kos sambil mengerjakan tugas kuliah," ungkap Iptu Azel.
Situasi mulai memanas ketika salah satu penghuni kos menerima telepon dengan nada tinggi hingga mengganggu penghuni lainnya. Teguran dari tetangga justru memicu emosi.
"Tidak terima ditegur, Andre Nani emosi dan hendak memukul tetangga kos yang menegur tersebut, dan tidak sengaja menyenggol gelas minum dan pecah," bebernya.
Ketegangan meningkat setelah salah satu penghuni lainnya terluka akibat menginjak pecahan kaca. Adu mulut pun terjadi hingga berujung pada aksi pemukulan.
"Lantas, Andrean Solo memaki-maki Ino Nani hingga membuat kakaknya Andre Nani tidak terima. Andre Nani lantas memukul Andrean Solo," beber Iptu Azel.
Setelah sempat dilerai dan dipulangkan, Andrean Solo kembali ke lokasi sekitar satu jam kemudian dengan membawa sekitar 15 hingga 20 orang rekannya untuk melakukan penyerangan.
"Dari keterangan para saksi, Andrean Solo datang bersama sekitar 15 sampai 20 orang temanya ke lokasi untuk mencari Andre Nani dan Ino Nani. Setiba di lokasi, terjadi aksi saling lempar batu dan keributan pun pecah," beber Iptu Azel.
Dalam keributan tersebut, salah satu pelaku juga sempat mengancam penghuni kos lainnya agar menunjukkan keberadaan penghuni kamar tertentu.
Situasi akhirnya mereda sekitar pukul 03.00 Wita setelah aparat desa, pecalang, dan pihak kepolisian tiba di lokasi untuk membubarkan massa.
Pemilik mobil yang rusak, Chevy Agung Martadewa, mengaku tidak mengenal pihak yang terlibat dalam keributan tersebut. Kerugian akibat pecahnya kaca mobil diperkirakan mencapai Rp1,5 juta.
"Pemilik mengaku tidak mengenal pihak yang terlibat bentrok hingga menyebabkan kaca belakang mobilnya pecah. Korban mengalami kerugian material ditaksir sejumlah Rp1,5 juta," beber Iptu Azel.
Selain kerusakan material, satu orang saksi juga mengalami luka lecet akibat terkena lemparan batu.
"Andrean Solo sudah diamankan dan masih diperiksa di Polsek Denpasar Selatan. Pelaku 20 orang lainnya masih diselidiki," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3734 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1675 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang