Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Sambut Waisak, Ratusan Umat Buddha di Denpasar Gelar Pattidana untuk Leluhur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menjelang perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE yang jatuh pada 31 Mei 2026, ratusan umat Buddha mengikuti upacara Pattidana atau pelimpahan jasa kepada leluhur di Vihara Buddha Sakyamuni, Jalan Gunung Agung, Denpasar, Minggu (24/5).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi bentuk penghormatan dan bakti umat kepada orang tua maupun leluhur yang telah meninggal dunia. Upacara Pattidana juga menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Waisak tahun ini.
Ketua Yayasan Buddha Sakyamuni Bali, Oscar Naib Wanouw menjelaskan, ritual Pattidana merupakan puncak dari rangkaian kebajikan yang dilakukan umat sejak awal Mei.
"Dari awal tanggal 1 Mei kita melakukan kebajikan, saat ini kita limpahkan kepada para leluhur. Dengan harapan, semoga para leluhur kita turut berbahagia melihat turunannya melakukan kebajikan atas nama beliau," ujar Oscar.
Ia mengatakan, pelimpahan jasa tidak hanya diperuntukkan bagi leluhur yang masih memiliki garis keturunan langsung. Umat juga turut mendoakan makhluk yang sudah terlupakan maupun yang tidak lagi memiliki keluarga.
"Kita juga mendoakan semoga semua makhluk berbahagia dan dapat menerima pelimpahan jasa ini. Seandainya mereka tidak tahu, semoga para dewa memberitahukannya," tambahnya.
Di Vihara Buddha Sakyamuni, pihak pengelola menyediakan altar khusus bernama hoping yang diperuntukkan bagi roh-roh yang sudah tidak diketahui lagi garis keturunannya.
Oscar menegaskan upacara Pattidana bersifat terbuka bagi seluruh umat Buddha, tidak hanya untuk umat yang rutin beribadah di vihara tersebut.
Menurutnya, mengirimkan jasa kebajikan menjadi salah satu bentuk bakti terbaik kepada keluarga yang telah meninggal dunia. Upacara serupa rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun di Vihara Buddha Sakyamuni.
"Ada dua kali. Menjelang hari Tri Suci Waisak dan biasanya di bulan September atau Agustus, yaitu sembahyang leluhur juga. Jadi setahun dua kali. Tetapi kalau untuk perorangan, umat sebenarnya bisa melakukan kebajikan dan pelimpahan jasa ini setiap saat di vihara," jelasnya.
Rangkaian upacara dimulai sejak pukul 08.00 WITA dengan tradisi berdana makan kepada Bhikkhu Sangha. Setelah itu, umat melaksanakan persembahyangan di pohon bodhi untuk memohon kelancaran acara.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan sembahyang di altar hoping, meja leluhur umum, hingga meja donatur keluarga yang telah dipersiapkan khusus bagi leluhur masing-masing umat.
Sekitar 900 umat Buddha hadir mengikuti rangkaian Pattidana yang ditutup dengan tradisi dana makan siang bersama Bhikkhu Sangha.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3860 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1941 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1697 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1560 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun