Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Pertimbangan Plataran Taman Dedari Dipilih Jadi Lokasi Palebon Ida Pedanda Istri Purnama
beritabali/ist/Pertimbangan Plataran Taman Dedari Dipilih Jadi Lokasi Palebon Ida Pedanda Istri Purnama.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kawasan Plataran Taman Dedari di Kedewatan, Ubud, dipilih sebagai lokasi pabasmian atau pembakaran dalam rangkaian Upacara Palebon Ida Pedanda Istri Purnama dari Griya Gede Simpangan Manuaba Bunutan, Minggu (24/5/2026).
Pemilihan lokasi tersebut disebut bukan tanpa alasan. Selain dinilai memiliki suasana suci dan sakral, pelataran Taman Dedari juga dianggap mampu mendukung pelaksanaan yadnya sesuai tata nilai agama Hindu dan tradisi Bali. Pelataran Taman Dedari yang berada di kawasan Kedewatan dipilih sebagai lokasi pabasmian melalui rangkaian koordinasi dan persetujuan adat, sehingga dapat menjadi ruang suci yang mendukung terlaksananya prosesi sesuai tata nilai agama serta tradisi Bali.
Prosesi palebon berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Ida Pedanda Istri Purnama menuju sunya loka. Upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gde Putra Mayun dari Griya Mayun Manuaba Banjar Bakbakan, Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.
Baca juga:
Hadiri Palebon Ida Pedanda Gede Sadhawa, Megawati Menepis Permintaan Maaf Keluarga Almarhum
Pelaksanaan karya suci tersebut turut mendapat dukungan penuh dari Puri Saren Agung Ubud sebagai bentuk penghormatan kepada sulinggih sekaligus upaya menjaga warisan spiritual dan budaya Bali.
Dalam upacara itu digunakan sarana suci berupa Padma Putih Kuning dan Patulangan Lembu Putih yang menjadi simbol kesucian dan pengantar perjalanan atma menuju alam luhur.
Petulangan Lembu Putih tersebut merupakan persembahan dari Tjokorda Gde Raka Sukawati yang juga pemilik Taman Dedari dan The Royal Pita Maha Ubud.
Cok De, sapaan akrabnya, menilai pelaksanaan palebon di Taman Dedari menjadi contoh harmonisasi antara sektor bisnis, profesionalisme, dan adat budaya Bali.
"Ini merupakan moment yang luar biasa, dan tidak lupa berkata kepada masyarakat agar yadnya atau upacara dilaksanakan di tempat yang suci, yang dimana banyak tempat yang ada dan tetap dipilih dilaksanakan upacara palebon di Taman Dedari The Royal Pita Maha. Ini sangat bagus buat kita sebagai pelajaran dan sebagai contoh yang akan datang bagaimana keberadaan bisnis, profesional bersinergi dengan sosial adat di Bali," papar Cok De yang juga merupakan Guru Besar besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana.
Menurutnya, pemilihan Taman Dedari sebagai lokasi pabasmian menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan kawasan pariwisata dengan nilai adat dan spiritual masyarakat Bali.
Melalui persembahan ini, Taman Dedari menyampaikan penghormatan setulus-tulusnya kepada almarhum Ida Pedanda Istri Purnama, serta apresiasi kepada keluarga besar Griya Gede Simpangan Manuaba Bunutan, para sulinggih, krama adat, dan seluruh pihak yang telah ngayah demi terselenggaranya karya suci ini.
"Dumogi Ida Pedanda ngamolihang genah sane becik, suci, lan rahayu ring Sunya Loka," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sementara putra almarhum Ida Bagus Suarbawa tidak lupa berterima kasih kepada Puri Saren Agung Ubud terkait dengan dukungan penuh di acara palebon di Griya Gede Simpangan Manuaba Bunutan dan tempat pembasmian (pembakaran) di pelataran Taman Dedari The Royal Pita Maha Ubud.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli