Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Karangasem Bidik Pajak dari 153 Usaha Diving
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pemerintah Kabupaten Karangasem terus menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata bahari yang berkembang pesat di kawasan pesisir. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah usaha diving atau wisata selam yang selama ini menjadi daya tarik utama wisatawan di wilayah Karangasem.
Melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), pemerintah daerah mulai memperkuat pengawasan terhadap aktivitas usaha diving guna memastikan seluruh transaksi wisata tercatat dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Kepala BPKAD Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, mengungkapkan saat ini terdapat 153 usaha diving yang beroperasi di Kabupaten Karangasem. Namun hingga saat ini, baru 53 wajib pajak yang telah menjalani pengawasan dan uji petik oleh tim yang diterjunkan ke lapangan.
"Dari 53 wajib pajak yang sudah dilakukan pengawasan, data transaksinya sudah mulai tercatat dalam sistem. Kami ingin memastikan seluruh aktivitas usaha yang berlangsung di Karangasem memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah," ujar Siki Ngurah.
Pengawasan dilakukan secara langsung di sejumlah lokasi wisata selam, terutama di Kecamatan Abang dan Kecamatan Kubu yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas diving di Bali Timur. Penempatan petugas di lapangan dilakukan untuk memastikan transaksi wisatawan dapat terpantau dan tercatat sesuai ketentuan perpajakan daerah.
Selain pelaku usaha yang berdomisili di Karangasem, BPKAD juga mulai menyasar perusahaan diving yang berkantor di luar daerah namun menjalankan aktivitas wisata selam di perairan Karangasem.
Menurut Siki Ngurah, terdapat sekitar 30 perusahaan yang beralamat di kawasan wisata seperti Sanur dan Kuta yang selama ini menjual paket wisata diving ke Karangasem. Perusahaan-perusahaan tersebut akan didorong agar ikut berkontribusi terhadap penerimaan pajak daerah.
Langkah ini dilakukan karena potensi ekonomi wisata selam di Karangasem dinilai sangat besar. Setiap harinya, jumlah wisatawan yang mengikuti aktivitas diving di kawasan Abang dan Kubu diperkirakan mencapai sekitar 400 orang.
Tingginya kunjungan wisatawan tersebut menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan penerimaan pajak dari sektor jasa pariwisata. Apalagi wisata bahari Karangasem, khususnya di kawasan Amed, Tulamben, Abang, dan Kubu, terus menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan mancanegara maupun domestik.
Dengan optimalisasi pengawasan dan pendataan usaha wisata selam, pemerintah berharap seluruh aktivitas ekonomi yang tumbuh di sektor pariwisata dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan PAD dan pembangunan daerah.
"Peluang ini yang sedang kami maksimalkan. Tujuannya agar aktivitas wisata yang berkembang di Karangasem benar-benar memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi daerah," tegasnya.
Menurutnya, terdapat sekitar 30 perusahaan luar daerah yang selama ini menjual paket wisata diving di Karangasem. Ke depan, BPKAD akan memfasilitasi dan mendorong perusahaan-perusahaan tersebut agar turut tercatat dan memberikan kontribusi pajak kepada Kabupaten Karangasem.
Potensi penerimaan dari sektor ini dinilai sangat besar. Dalam sehari, jumlah wisatawan yang melakukan aktivitas diving di kawasan Abang dan Kubu bisa mencapai sekitar 400 orang.
Dengan tingginya kunjungan wisata bahari tersebut, BPKAD optimistis masih terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak jasa pariwisata.
"Peluang ini yang sedang kami maksimalkan. Tujuannya agar aktivitas wisata yang berkembang di Karangasem benar-benar memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi daerah," tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5773 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2198 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan