Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Baradwara Badung Memukau di Lomba Baleganjur PKB 2026

Sabtu, 20 Juni 2026, 12:16 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Diskominfo Badung/Baradwara Badung Memukau di Lomba Baleganjur PKB 2026.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Duta Kabupaten Badung kembali menunjukkan kualitas seni dan kreativitasnya pada ajang Wimbakara (Lomba) Baleganjur Remaja dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

Tampil sebagai peserta urutan pertama di panggung terbuka Art Centre Denpasar, Kamis (18/6/2026) malam, Duta Badung yang diwakili Sekaa Gong Cakradhara dari Desa Adat Sedang, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, sukses membawakan garapan bertajuk Baradwara yang sarat makna filosofis dan spiritual.

Setelah berhasil meraih juara pertama pada PKB 2025, tahun ini Badung kembali menghadirkan karya yang berangkat dari ritual sakral Sanghyang Jaran di Pura Dalem Solo, Desa Adat Sedang. Garapan tersebut mengangkat konsep hati sebagai pusat perjalanan spiritual manusia menuju penyucian diri.

Baradwara dimaknai sebagai "Gerbang Api", yakni ruang transisi spiritual tempat segala mala atau kekotoran jasmani dan rohani dilebur untuk mencapai kesadaran yang lebih luhur.

Koreografer tari dan gerak, Ida Bagus Yodhie Harischandra, mengungkapkan bahwa proses persiapan karya telah dilakukan jauh hari sebelum tampil di ajang PKB 2026.

"Untuk persiapan kami kurang lebih sudah berproses selama enam bulan. Kalau dihitung efektif, sekitar empat bulan. Para penabuh kami rekrut dari beberapa sekaa yang ada di Desa Sedang, kemudian kami satukan menjadi satu barung yang siap tampil di ajang lomba tahun ini," ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Gus De tersebut, tantangan terbesar selama proses latihan adalah menyatukan jadwal seluruh penabuh dan penari yang memiliki aktivitas masing-masing di luar kegiatan seni.

"Kendalanya tentu mengatur waktu karena para penabuh dan penari juga harus bekerja dan menjalankan aktivitas mereka sehari-hari. Namun dari situ kami belajar bersama untuk menyatukan waktu, rasa, dan tempat dalam proses berkarya tahun ini," katanya.

Meski menyandang status juara bertahan, Yodhie menegaskan pihaknya tidak ingin terbebani target mempertahankan gelar juara dan lebih fokus menampilkan karya terbaik.

"Kalau dibilang optimis, tentu optimis. Apalagi tahun lalu Badung meraih juara satu. Tetapi bagi saya, teman-teman tim Belaganjur sudah menunjukkan usaha maksimal mereka. Itu sudah cukup bagi kami sebagai pembina. Soal hasil, kami serahkan kepada Tuhan dan tim juri. Namun semua itu menjadi bonus bagi kami," ungkapnya.

Secara artistik, Baradwara berangkat dari pemaknaan api sebagai media pemurnian dalam ritual Sanghyang Jaran. Puncak proses penyucian tersebut diwujudkan melalui fase Nadi, yaitu kondisi ketika energi transendental diyakini menguasai tubuh dan kesadaran manusia sehingga mampu melampaui batas-batas ragawi.

Konsep tersebut diterjemahkan ke dalam komposisi gamelan yang berlandaskan konsep Tri Angga. Energi gerbang api dan transformasi spiritual diwujudkan melalui struktur musikal yang dinamis, ledakan ritmis yang kuat, serta pengolahan melodi yang menggambarkan karakter kuda Sanghyang Jaran yang lincah dan penuh tenaga.

Eksplorasi ritme menjadi salah satu kekuatan utama karya ini. Fenomena grubug diwujudkan melalui persilangan subdivisi lima atau quintuplet dengan subdivisi konvensional pada instrumen ceng-ceng sehingga menghasilkan jalinan ritmis yang kompleks namun tetap terstruktur.

Eksplorasi tekstur bunyi ceng-ceng yang menghadirkan sonoritas gongseng berpadu dengan stimulasi magis Gending Sanghyang Jaran khas Desa Adat Sedang. Perpaduan tersebut membentuk suasana musikal yang energik sekaligus mistis sebagai representasi perjalanan jiwa menuju pemurnian.

Karya Baradwara dikonseptualisasikan oleh I Gusti Made Darma Putra. Sementara komposisi musik digarap oleh I Made Adipramana Suparsa dan I Nyoman Arista Adiwijaya. Adapun koreografi ditata oleh Ida Bagus Yodhie Harischandra bersama Komang Jana Arta Suputra.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Diskominfo Badung



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami