Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 24 Juni 2026
107 Jamaah Haji Buleleng Pulang Sehat, Disambut Haru Keluarga
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 107 jamaah haji asal Kabupaten Buleleng yang tergabung dalam Kloter 71 Embarkasi Surabaya telah kembali ke kampung halaman pada Sabtu (20/6/2026) siang. Seluruh jamaah yang tiba di Bali dilaporkan dalam kondisi sehat setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Buleleng, Agus Annurachman, mengatakan rombongan jamaah tiba di Asrama Haji Surabaya pada Jumat (19/6/2026) malam sekitar pukul 20.30 WIB.
Setelah menjalani proses penerimaan serta pembagian air zam-zam, para jamaah langsung diberangkatkan menuju Kabupaten Buleleng menggunakan empat unit bus.
"Kurang lebih pukul 12.00 Wita jamaah sudah tiba di Buleleng. Alhamdulillah seluruh proses kepulangan berjalan lancar," ujar Agus.
Awalnya, jumlah jamaah haji Buleleng yang tergabung dalam Kloter 71 sebanyak 109 orang. Namun satu jamaah atas nama Mas'ad Samah dipulangkan lebih awal karena alasan kesehatan.
Sementara satu jamaah lainnya, Ibrahim Mujab (75), warga Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Dari total 107 jamaah yang diproses kepulangannya, empat orang tidak melanjutkan perjalanan hingga Buleleng. Tiga jamaah memilih turun di Surabaya, Bandung, dan Situbondo untuk bertemu keluarga mereka.
Meski seluruh jamaah yang tiba di Bali dalam kondisi sehat, Agus menjelaskan mereka tetap akan menjalani pemantauan kesehatan sesuai prosedur yang berlaku.
"Sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan saat tiba di Surabaya. Selanjutnya akan ada pemantauan dari rumah sakit maupun puskesmas selama kurang lebih 20 hari," jelasnya.
Selain proses kepulangan yang berjalan lancar, pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 juga dinilai berlangsung lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan ketua rombongan dan testimoni para jamaah, pelayanan selama berada di Tanah Suci mendapat apresiasi positif, baik dari sisi akomodasi maupun konsumsi.
"Alhamdulillah jamaah menyampaikan pelayanan tahun ini sangat baik. Fasilitas hotel dan makanan yang diterima juga dinilai memuaskan," katanya.
Kepulangan jamaah haji tahun ini juga diwarnai suasana haru. Keluarga jamaah tertua asal Buleleng, Siti Madrahasan (86), tampak menjemputnya di Masjid Agung Jami' Singaraja.
Perempuan asal Desa Pegayaman tersebut disambut anak, keponakan, cucu hingga cicitnya yang telah menunggu sejak pagi. Tangis haru dan pelukan hangat mewarnai momen pertemuan keluarga setelah berpisah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Cucunya, Saiful Anwar, mengaku bersyukur sang nenek dapat kembali ke Indonesia dengan selamat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
"Senang sekali nenek bisa pulang dengan selamat. Akhirnya bisa bertemu lagi dengan keluarga besar," ujarnya.
Menurut Saiful, neneknya telah menunggu sejak tahun 2011 untuk mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Selama menjalani ibadah haji, Siti sempat mengalami kelelahan saat puncak pelaksanaan haji di Arafah karena harus berpindah-pindah bus menuju tenda.
Meski demikian, seluruh rangkaian ibadah wajib berhasil dijalani dengan baik hingga akhirnya kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
"Selama di Tanah Suci, nenek selalu berdoa agar seluruh keluarga juga diberikan kesempatan untuk bisa menunaikan ibadah haji," kata Saiful.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun