Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Haul Bung Karno di Blitar, Rumah Kebangsaan Ajak Generasi Muda Tanamkan Jiwa Nasionalisme
beritabali/ist/Haul Bung Karno di Blitar, Rumah Kebangsaan Ajak Generasi Muda Tanamkan Jiwa Nasionalisme.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Pasraman Satyam Eva Jayate terus mengajak generasi muda Indonesia di Bali untuk memperkuat jiwa nasionalisme, semangat persatuan, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan Undang-Undang Dasar 1945.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang melibatkan mahasiswa serta generasi muda dari berbagai daerah di Bali.
Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari Karnaval Pancasila di Kota Denpasar pada 1 Juni 2026, Donor Darah Pancasila yang berlangsung pada 14 Juni 2026 di Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Satyam Eva Jayate, hingga kegiatan Tirta Yatra ke sejumlah situs spiritual dan sejarah seperti Pura Agung Blambangan, Pura Alas Purwo, Pura Singosari di Malang, serta Pura Majapahit di Trowulan pada 20 Juni 2026.
Baca juga:
Jelang Saraswati, Rumah Kebangsaan Satyam Evam Jayate Gelar Ngelawar dan Lomba Penjor-Gebogan
Puncak rangkaian kegiatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Haul Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, pada 21 Juni 2026 mengusung tema “Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Jasa Para Leluhur dan Pejuangnya”.
“Haul Bung Karno di Blitar adalah program yang pertama kali kami gelar dengan mengajak mahasiswa di Provinsi Bali,” kata Ketua Umum Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan Pasraman Satyam Eva Jayate, Ketut Udi Prayudi dalam keterangan persnya, Rabu (24/6/2026).
Menurut Ketut Udi Prayudi, kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali.
Selain mendoakan Sang Proklamator, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenang, meneladani, serta menghidupkan kembali semangat perjuangan dan pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dalam membangun bangsa.
Ia menjelaskan, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat pengabdian kepada bangsa melalui penanaman nilai-nilai perjuangan, keberanian, nasionalisme, dan gagasan besar yang diwariskan Bung Karno.
Dengan demikian, generasi penerus bangsa diharapkan memiliki karakter kebangsaan yang kuat, wawasan nasional yang luas, serta kecintaan terhadap tanah air.
“Kalau semangat pengabdian dan jiwa nasionalisme sudah terbentuk di kalangan anak muda, maka semangat toleransi dan gotong royong di tengah masyarakat Indonesia optimis bisa terwujud,” ujar Ketut sembari mengatakan selama pelaksanaan Haul Bung Karno, kami keluarga besar Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Pasraman Satyam Eva Jayate disambut hangat oleh Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin dan malah beliau berkenan menunggu 45 peserta Haul Bung Karno dari Bali untuk santap siang bersama
Ketut Udi juga mengungkapkan apresiasinya atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kota Blitar selama kegiatan berlangsung. Kehadiran para peserta dari Bali mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap upaya pelestarian nilai-nilai kebangsaan.
Sebagai informasi, Makam Bung Karno di Kota Blitar merupakan tempat peristirahatan terakhir Ir. Soekarno. Sehari setelah wafat di Jakarta pada 21 Juni 1970, jenazah Sang Proklamator dimakamkan di Blitar berdasarkan Keputusan Presiden Soeharto yang merujuk pada Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1970 tentang Penyelenggaraan Upacara Pemakaman Kenegaraan sebagai penghormatan negara kepada Dr. Ir. Soekarno sebagai Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno 2026, Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Pasraman Satyam Eva Jayate berharap semangat perjuangan, persatuan, toleransi, dan gotong royong yang diwariskan Bung Karno dapat terus hidup dan menginspirasi generasi muda Indonesia, khususnya di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun