Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pulang Kampung, Warga Denpasar Kaget Kalung Emas Joda Rp40 Juta Raib dari Kamar

Kamis, 25 Juni 2026, 20:20 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/Pulang Kampung, Warga Denpasar Kaget Kalung Emas Joda Rp40 Juta Raib dari Kamar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Seorang warga Denpasar Selatan, Luh Paning (31), dibuat terkejut setelah mendapati kalung emas jenis Joda miliknya yang bernilai sekitar Rp40 juta hilang dari dalam kamar rumahnya di Jalan Mekar Jaya II Blok A 9A Nomor 31, Banjar Pitik, Kelurahan Pemogan, Denpasar Selatan.

Kasus kehilangan tersebut diketahui pada Jumat (19/6/2026) saat korban memeriksa kotak perhiasan yang tersimpan di dalam lemari rumahnya. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan untuk ditindaklanjuti.

Berdasarkan keterangan korban, kalung emas tersebut terakhir kali dilihat pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 12.00 Wita. Setelah itu, korban bersama keluarganya pulang ke kampung selama empat hari dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

"Sebelum pulang kampung, kalung Joda masih tersimpan di kotak perhiasan, dan rumah dalam keadaan terkunci," bebernya kepada awak media, pada Kamis (25/6/2026).

Sekembalinya dari kampung, korban bermaksud mengambil liontin yang tersimpan di dalam lemari. Namun saat membuka kotak perhiasan, kalung emas tersebut sudah tidak berada di tempatnya.

"Pas mau ambil liontin, kalung Joda sudah tidak ada di dalam kotak perhiasan," ujarnya.

Korban kemudian berupaya mencari perhiasan tersebut di berbagai tempat di dalam rumah, namun hasilnya nihil. Yang membuat korban semakin heran, tidak ditemukan tanda-tanda pembobolan maupun kerusakan pada pintu dan jendela rumah.

Selain itu, sejumlah barang berharga lain yang berada di dalam rumah juga tidak hilang. Bahkan telepon genggam yang berada di meja rias tetap berada di tempatnya.

"Saya heran tidak ada bekas pembobolan. Handphone di meja rias tidak diambil, hanya kalung itu yang hilang," imbuhnya.

Korban mengungkapkan bahwa kejadian serupa sebenarnya pernah dialami sekitar sebulan sebelumnya. Saat itu, salah satu perhiasannya diketahui telah ditukar dengan kalung palsu. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp6 juta.

Karena mengira terjadi kekeliruan, korban saat itu tidak melaporkannya kepada pihak kepolisian. Namun setelah kehilangan kalung Joda senilai Rp40 juta, korban akhirnya melapor ke polisi karena total kerugian yang dialami mencapai sekitar Rp46 juta.

Laporan resmi disampaikan ke Polsek Denpasar Selatan pada Sabtu (20/6/2026) untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, membenarkan adanya laporan kehilangan tersebut. Polisi telah melakukan serangkaian penyelidikan di lokasi kejadian, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar rumah korban.

"Masih dilakukan penyelidikan guna mengungkap identitas terduga pelaku," bebernya, pada Kamis (25/6/2026).

Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap penyebab hilangnya perhiasan korban serta mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami