Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 29 Juni 2026
Duta Gianyar Memukau di Parade Busana Adat Bali PKB 2026
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Duta Kabupaten Gianyar sukses mencuri perhatian saat tampil sebagai penampil pembuka dalam Parade Busana Adat Bali pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Minggu (21/6).
Penampilan yang berada di bawah arahan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar, Dr. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, tidak hanya menyuguhkan keindahan busana adat Bali, tetapi juga menghadirkan kisah budaya yang sarat filosofi, sejarah, dan nilai-nilai luhur masyarakat Gianyar.
Parade diawali dengan penampilan Busana Pecalang yang menggambarkan sosok penjaga keamanan adat Bali. Balutan busana bernuansa gelap dipadukan saput poleng hitam putih menjadi simbol filosofi Rwa Bhineda atau keseimbangan dua kekuatan yang saling melengkapi. Keris yang terselip di pinggang melambangkan kehormatan, sementara udeng dan busana adat mencerminkan kesiapsiagaan dalam menjaga ketertiban serta kesucian wilayah adat.
Nuansa sakral kemudian terasa ketika Duta Gianyar menampilkan Tradisi Nuuh dari Banjar Sebatu, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang. Tradisi yang juga dikenal sebagai Mejarag Jaje Lempeng ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Subak atas hasil panen sekaligus permohonan perlindungan agar sektor pertanian tetap lestari.
Tokoh Tukang Adur tampil sederhana mengenakan kamen hitam, kampuh poleng, umpal, sumpang pucuk, serta ikat kepala dari janur. Kesederhanaan busana tersebut menggambarkan eratnya hubungan masyarakat Gianyar dengan alam dan warisan tradisi leluhur.
Keberagaman budaya Gianyar kembali diperlihatkan melalui penampilan Rakean Baris Bebaturan dan Rejang Mesatya yang menjadi bagian penting dalam tradisi upacara pelebon di wilayah Gianyar dan Tampaksiring.
Baca juga:
ASN Gianyar Kini Berseragam KORPRI Setiap Kamis, Busana Adat Dipakai Saat Purnama dan Tilem
Rakean Baris Bebaturan tampil sebagai simbol prajurit yang gagah dan berwibawa dengan busana serba putih serta tombak yang melambangkan semangat menjaga kesucian alam dan leluhur.
Sementara itu, Rejang Mesatya memancarkan keanggunan melalui balutan kebaya putih dan hiasan janur sederhana. Penampilan tersebut merepresentasikan nilai kesetiaan, ketulusan, dan pengabdian yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali.
Sebagai penutup, Duta Gianyar menampilkan kemegahan Payas Agung Gianyar, busana pengantin khas yang menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Gianyar. Ragam hias, tata rias, dan detail busana memperlihatkan kekayaan estetika yang berkembang di Bumi Seni.
Pengantin perempuan tampil anggun dengan pusung kletek mandel yang dihiasi bunga merak kuning, sandat megubah, petitis, dan semi mopong. Sementara pengantin pria mengenakan udeng emas, kampuh songket, keris, umpal, serta beskap beludru hitam berhias benang gim yang memberikan kesan gagah dan berwibawa.
Sekretaris I TP PKK Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Diana Dewi Agung Mayun, mengatakan keikutsertaan Gianyar dalam Parade Busana Adat Bali menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya daerah kepada masyarakat luas.
Baca juga:
Kamboja Belajar Kelola Sampah ke Gianyar
"Setiap busana yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung filosofi, sejarah, dan identitas masyarakat Gianyar yang patut dijaga bersama,"ujarnya usai pementasan parade busana adat Bali.
Sebagai penampil pertama dalam Parade Busana Adat Bali PKB 2026, Duta Kabupaten Gianyar berhasil menyuguhkan pertunjukan yang mengangkat kekayaan budaya daerah. Mulai dari Busana Pecalang, Tradisi Nuuh, Rakean Baris Bebaturan, Rejang Mesatya, hingga Payas Agung Gianyar, seluruhnya menjadi representasi identitas budaya yang memperkuat posisi Gianyar sebagai salah satu pusat pelestarian seni, adat, dan tradisi di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Gianyar
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun