Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 6 Oktober 2026
Bulfest 2026 Sediakan Dokar Gratis, Angkat Nuansa Tempo Dulu
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng menghadirkan dua unit angkutan tradisional dokar selama pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026. Dokar tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis untuk berkeliling di sekitar kawasan festival.
Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan AP mengatakan penggunaan dokar menjadi bagian dari konsep heritage yang diusung dalam Bulfest 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menyediakan bemo gratis, tahun ini nuansa transportasi tempo dulu ditampilkan melalui dokar.
“Untuk Bulfest tahun 2026, memang tidak ada bemo gratis seperti tahun-tahun sebelumnya. Sekarang karena temanya tempo dulu, panitia memakai dokar,” ujar Gunawan saat ditemui, Rabu (19/8).
Dua dokar tersebut disiagakan dan berkeliling dari sekitar Jalan Ngurah Rai hingga kawasan Rumah Jabatan Bupati Buleleng. Fasilitas transportasi tradisional ini dapat dimanfaatkan masyarakat mulai sore hari, sejak pembukaan Bulfest pada Selasa (18/8) hingga festival berakhir Minggu (23/8).
Gunawan menjelaskan, kehadiran dokar bukan hanya untuk menyediakan fasilitas transportasi gratis bagi pengunjung Buleleng Festival. Lebih dari itu, dokar diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui dokar, generasi muda dapat mengenal salah satu alat transportasi yang pernah digunakan masyarakat Buleleng sebelum berkembangnya transportasi modern.
“Karena heritage ini tempo dulu, kita mencoba nuansanya dikembalikan seperti tempo dulu dengan mempergunakan alat angkut tempo dulu. Jadi masyarakat, terutama generasi muda, tahu transportasi zaman dulu itu dokar,” katanya.
Menurut Gunawan, keberadaan dokar di Buleleng saat ini semakin langka. Kondisi tersebut membuat Dishub Buleleng hanya dapat menghadirkan dua unit dokar dalam pelaksanaan Bulfest tahun ini. "Memang sudah langka. Panitia hanya dapat dua," terangnya.
Salah satu pemilik dokar yang dilibatkan dalam Bulfest 2026, Ketut Siara (50), mengaku mendapatkan bayaran dari Pemkab Buleleng sebesar Rp300 ribu per hari selama mengikuti kegiatan festival. "Lumayan dapat ongkos Rp 300 ribu per hari," katanya.
Menurut Siara, pendapatan selama dilibatkan dalam Bulfest 2026 cukup membantu jika dibandingkan dengan penghasilan sehari-hari saat menarik dokar di kawasan Pasar Anyar.
Ia mengaku pendapatan menarik dokar di Pasar Anyar tidak menentu. Dalam sehari, penghasilannya rata-rata hanya sekitar Rp50 ribu dan terkadang Rp30 ribu.
"Kalau di Pasar Anyar tidak menentu, kadang Rp 50 ribu, kadang Rp 30 ribu. Sepi," ungkapnya.
Kehadiran dua dokar dalam Bulfest 2026 menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali suasana Buleleng Tempo Dulu. Selain menjadi fasilitas transportasi gratis bagi pengunjung, dokar juga memperkenalkan kembali jejak transportasi tradisional yang kini semakin sulit ditemukan di Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1418 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1214 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 648 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 554 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 523 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung