Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Bulfest 2026 Sediakan Dokar Gratis, Angkat Nuansa Tempo Dulu
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng menghadirkan dua unit angkutan tradisional dokar selama pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026. Dokar tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis untuk berkeliling di sekitar kawasan festival.
Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan AP mengatakan penggunaan dokar menjadi bagian dari konsep heritage yang diusung dalam Bulfest 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menyediakan bemo gratis, tahun ini nuansa transportasi tempo dulu ditampilkan melalui dokar.
“Untuk Bulfest tahun 2026, memang tidak ada bemo gratis seperti tahun-tahun sebelumnya. Sekarang karena temanya tempo dulu, panitia memakai dokar,” ujar Gunawan saat ditemui, Rabu (19/8).
Dua dokar tersebut disiagakan dan berkeliling dari sekitar Jalan Ngurah Rai hingga kawasan Rumah Jabatan Bupati Buleleng. Fasilitas transportasi tradisional ini dapat dimanfaatkan masyarakat mulai sore hari, sejak pembukaan Bulfest pada Selasa (18/8) hingga festival berakhir Minggu (23/8).
Gunawan menjelaskan, kehadiran dokar bukan hanya untuk menyediakan fasilitas transportasi gratis bagi pengunjung Buleleng Festival. Lebih dari itu, dokar diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui dokar, generasi muda dapat mengenal salah satu alat transportasi yang pernah digunakan masyarakat Buleleng sebelum berkembangnya transportasi modern.
“Karena heritage ini tempo dulu, kita mencoba nuansanya dikembalikan seperti tempo dulu dengan mempergunakan alat angkut tempo dulu. Jadi masyarakat, terutama generasi muda, tahu transportasi zaman dulu itu dokar,” katanya.
Menurut Gunawan, keberadaan dokar di Buleleng saat ini semakin langka. Kondisi tersebut membuat Dishub Buleleng hanya dapat menghadirkan dua unit dokar dalam pelaksanaan Bulfest tahun ini. "Memang sudah langka. Panitia hanya dapat dua," terangnya.
Salah satu pemilik dokar yang dilibatkan dalam Bulfest 2026, Ketut Siara (50), mengaku mendapatkan bayaran dari Pemkab Buleleng sebesar Rp300 ribu per hari selama mengikuti kegiatan festival. "Lumayan dapat ongkos Rp 300 ribu per hari," katanya.
Menurut Siara, pendapatan selama dilibatkan dalam Bulfest 2026 cukup membantu jika dibandingkan dengan penghasilan sehari-hari saat menarik dokar di kawasan Pasar Anyar.
Ia mengaku pendapatan menarik dokar di Pasar Anyar tidak menentu. Dalam sehari, penghasilannya rata-rata hanya sekitar Rp50 ribu dan terkadang Rp30 ribu.
"Kalau di Pasar Anyar tidak menentu, kadang Rp 50 ribu, kadang Rp 30 ribu. Sepi," ungkapnya.
Kehadiran dua dokar dalam Bulfest 2026 menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali suasana Buleleng Tempo Dulu. Selain menjadi fasilitas transportasi gratis bagi pengunjung, dokar juga memperkenalkan kembali jejak transportasi tradisional yang kini semakin sulit ditemukan di Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4582 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2390 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2044 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1645 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1086 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun