Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 6 Oktober 2026
Diluncurkan di Bulfest 2026, Endek Tunjung Ungu Jadi Motif Baru Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dekranasda Buleleng memperkenalkan motif baru kain tenun khas daerah, Endek Tunjung Ungu, dalam rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) 2026, Rabu (19/8/2026) malam.
Peluncuran wastra tersebut dikemas melalui peragaan busana bertajuk “Askara – Wastra Tunjung Ungu”. Sejumlah rancangan busana karya desainer Buleleng ditampilkan dalam acara yang berlangsung di tengah kemeriahan Bulfest 2026.
Endek Tunjung Ungu mengambil inspirasi dari bunga tunjung yang menjadi pijakan Tugu Singa Ambara Raja, salah satu ikon Kota Singaraja. Motif tersebut diharapkan menjadi identitas baru yang memperkuat karakter wastra khas Buleleng.
Ketua Dekranasda Buleleng, Wardhany Sutjidra, mengatakan bunga tunjung dipilih bukan sekadar sebagai unsur visual, tetapi memiliki filosofi yang berkaitan dengan nilai kehidupan dan budaya masyarakat Buleleng.
"Bunga tunjung ini tumbuh dari lumpur, namun tetap bergerak ke atas menuju cahaya matahari. Dari situ kita bisa melihat, tunjung ini membawa pesan yang berakar pada budaya, berani melangkah dengan kebijaksanaan, dan bersinar melalui kreatifitas," jelasnya.
Menurut Wardhany, bunga tunjung memiliki makna keteguhan, kesucian, kebijaksanaan serta keselarasan antara manusia, Tuhan dan alam.
Sementara itu, warna ungu digunakan untuk memperkuat kesan keagungan, kewibawaan dan kreativitas. Perpaduan filosofi bunga tunjung dengan warna ungu kemudian dituangkan dalam motif Endek Tunjung Ungu dengan konsep yang lebih modern dan elegan.
Pemilihan bunga tunjung juga memiliki kaitan dengan identitas Singaraja. Bunga tersebut menjadi tempat berpijaknya Singa Ambara Raja yang menjadi simbol Kota Singaraja.
Karena itu, Endek Tunjung Ungu tidak hanya diarahkan sebagai pengembangan motif kain tenun, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mengangkat simbol daerah ke dalam produk kreatif masyarakat Buleleng.
Setelah resmi diperkenalkan, motif baru tersebut akan dikembangkan dan diproduksi oleh pelaku UMKM di Singaraja. Dekranasda Buleleng juga akan mendorong pemanfaatannya sebagai salah satu kain atau motif khas Kabupaten Buleleng.
Penggunaan Endek Tunjung Ungu nantinya akan dimulai dari pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari sosialisasi sekaligus memperkenalkan motif baru tersebut kepada masyarakat luas.
Baca juga:
Buleleng Uji Coba Tanam Kapas untuk Endek
Wardhany mengatakan Endek Tunjung Ungu telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dengan adanya perlindungan tersebut, pengembangan motif diharapkan dapat berjalan berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi perajin dan pelaku UMKM.
"Motif Tunjung Ungu ini sudah memiliki Hak Kekayaan Intelektual. Kami harap tenun endek semakin dicintai dan mampu berkembang mengikuti tren fashion masa kini. Masyarakat juga bangga menggunakan produk dan wastra lokal Buleleng," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1418 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1214 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 648 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 554 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 523 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung