Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Bali Masih Dievaluasi Jadi Pusat Finansial Internasional
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Rencana menjadikan Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) masih dalam tahap evaluasi pemerintah. Selain Bali, Jakarta juga menjadi pilihan lokasi pusat keuangan yang diproyeksikan memperkuat posisi Indonesia di sektor jasa keuangan global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keputusan mengenai lokasi PFII belum final. Pemerintah masih mengevaluasi sejumlah pertimbangan sebelum menentukan lokasi yang akan dikembangkan.
“(Lokasi PFII) Sudah, Bali dan Jakarta. Bali dalam evaluasi,” kata Airlangga saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (20/8).
Baca juga:
Bali Diproyeksikan Jadi Pusat Finansial Global, Industri Kripto Soroti Kepastian Regulasi
Airlangga juga memastikan lokasi PFII di Bali tidak berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura yang berada di Pulau Serangan, Denpasar.
Menurutnya, terdapat lokasi lain yang telah ditentukan oleh Danantara untuk menjadi bagian dari rencana pengembangan pusat finansial tersebut.
“Bukan (di KEK Kura Kura). Di salah satu lokasi dipilih Danantara,” ungkap Airlangga.
Rencana pembentukan PFII mendapatkan landasan hukum setelah pemerintah bersama DPR menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang PFII menjadi undang-undang.
Kehadiran regulasi tersebut diarahkan untuk menjadi dasar pembentukan pusat keuangan internasional di Indonesia. PFII diharapkan dapat memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi sekaligus mengembangkan sektor jasa keuangan yang mampu bersaing di tingkat global.
Bagi Bali, rencana tersebut membuka peluang baru untuk memperluas peran Pulau Dewata tidak hanya sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai salah satu kawasan yang berpotensi menjadi bagian dari ekosistem finansial internasional.
CEO Danantara Rosan Roeslani sebelumnya mengungkapkan bahwa pembangunan PFII akan dilakukan secara bertahap. Jakarta disebut akan menjadi lokasi yang dikembangkan terlebih dahulu sebelum ekspansi dilakukan ke Bali.
Menurut Rosan, Bali tetap masuk dalam rencana pengembangan pusat finansial internasional tersebut. Namun, dibutuhkan persiapan agar kawasan yang dikembangkan nantinya mampu memenuhi standar pusat finansial bertaraf internasional.
Baca juga:
Pusat Finansial Internasional Bali Berdiri di KEK Baru, Bukan di KEK Sanur atau Kura-Kura Bali
“Dan memang rencananya itu akan dibuat di Bali, tetapi, kan, perlu ada persiapan mungkin selama dua atau tiga tahun sampai itu menjadi suatu financial center yang bertaraf internasional dan juga akan bisa membuat para investor itu melihat,” ujar Rosan, dikutip Kamis (20/8).
Dengan demikian, posisi Bali sebagai lokasi PFII masih menunggu hasil evaluasi pemerintah. Sementara itu, Jakarta diproyeksikan menjadi tahap awal pengembangan sebelum rencana pusat finansial tersebut diperluas ke Bali. (sumber: kumparan)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1423 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1215 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 654 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 556 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 526 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung