Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bali Masih Dievaluasi Jadi Pusat Finansial Internasional

Jumat, 21 Agustus 2026, 09:03 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok beritabali.com/Bali Masih Dievaluasi Jadi Pusat Finansial Internasional.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Rencana menjadikan Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) masih dalam tahap evaluasi pemerintah. Selain Bali, Jakarta juga menjadi pilihan lokasi pusat keuangan yang diproyeksikan memperkuat posisi Indonesia di sektor jasa keuangan global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keputusan mengenai lokasi PFII belum final. Pemerintah masih mengevaluasi sejumlah pertimbangan sebelum menentukan lokasi yang akan dikembangkan.

“(Lokasi PFII) Sudah, Bali dan Jakarta. Bali dalam evaluasi,” kata Airlangga saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (20/8).

Airlangga juga memastikan lokasi PFII di Bali tidak berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura yang berada di Pulau Serangan, Denpasar.

Menurutnya, terdapat lokasi lain yang telah ditentukan oleh Danantara untuk menjadi bagian dari rencana pengembangan pusat finansial tersebut.

“Bukan (di KEK Kura Kura). Di salah satu lokasi dipilih Danantara,” ungkap Airlangga.

Rencana pembentukan PFII mendapatkan landasan hukum setelah pemerintah bersama DPR menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang PFII menjadi undang-undang.

Kehadiran regulasi tersebut diarahkan untuk menjadi dasar pembentukan pusat keuangan internasional di Indonesia. PFII diharapkan dapat memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi sekaligus mengembangkan sektor jasa keuangan yang mampu bersaing di tingkat global.

Bagi Bali, rencana tersebut membuka peluang baru untuk memperluas peran Pulau Dewata tidak hanya sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai salah satu kawasan yang berpotensi menjadi bagian dari ekosistem finansial internasional.

CEO Danantara Rosan Roeslani sebelumnya mengungkapkan bahwa pembangunan PFII akan dilakukan secara bertahap. Jakarta disebut akan menjadi lokasi yang dikembangkan terlebih dahulu sebelum ekspansi dilakukan ke Bali.

Menurut Rosan, Bali tetap masuk dalam rencana pengembangan pusat finansial internasional tersebut. Namun, dibutuhkan persiapan agar kawasan yang dikembangkan nantinya mampu memenuhi standar pusat finansial bertaraf internasional.

“Dan memang rencananya itu akan dibuat di Bali, tetapi, kan, perlu ada persiapan mungkin selama dua atau tiga tahun sampai itu menjadi suatu financial center yang bertaraf internasional dan juga akan bisa membuat para investor itu melihat,” ujar Rosan, dikutip Kamis (20/8).

Dengan demikian, posisi Bali sebagai lokasi PFII masih menunggu hasil evaluasi pemerintah. Sementara itu, Jakarta diproyeksikan menjadi tahap awal pengembangan sebelum rencana pusat finansial tersebut diperluas ke Bali. (sumber: kumparan)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami