Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 22 Agustus 2026
130,5 Hektare Lahan Sawah di Jembrana Terdampak Kekeringan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Musim kemarau berkepanjangan mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Jembrana, Bali. Berdasarkan pemutakhiran data per 20 Agustus 2026, luas lahan pertanian yang terdampak kekeringan telah mencapai 130,5 hektare.
Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan tanaman padi. Komoditas jagung juga mulai terdampak, terutama di wilayah Kecamatan Pekutatan.
Data Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana menunjukkan, lahan pertanian yang terdampak kekeringan tersebar di lima kecamatan, yakni Negara, Jembrana, Melaya, Mendoyo dan Pekutatan.
Mayoritas lahan terdampak merupakan areal tanaman padi. Kondisi tersebut terjadi seiring semakin terbatasnya pasokan air untuk memenuhi kebutuhan pengairan persawahan.
Di sejumlah lokasi, petani terpaksa mengatur distribusi air secara bergiliran. Sumber air yang masih tersedia terus dimanfaatkan untuk mempertahankan tanaman, termasuk dengan mengandalkan sumur bor.
Namun, keterbatasan air membuat tidak seluruh areal persawahan dapat memperoleh pengairan secara maksimal. Dalam data terbaru, terdapat tanaman padi yang telah mengalami puso, sementara sebagian lainnya masih berupaya dipertahankan agar tidak mengalami kerusakan lebih parah.
Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan terus memantau perkembangan kondisi lahan serta tanaman yang terdampak kekeringan. Optimalisasi sumber air yang masih tersedia juga dilakukan untuk membantu petani menghadapi kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, I Putu Eka Arta, mengatakan pemantauan terhadap lahan terdampak akan terus dilakukan seiring kondisi kemarau yang masih berlangsung.
"Petani juga diimbau berkoordinasi dalam mengatur pola tanam dan penggunaan sumber air. Langkah tersebut diperlukan agar pasokan air yang terbatas dapat dimanfaatkan secara lebih optimal," katanya.
Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, luas lahan pertanian terdampak kekeringan di Jembrana masih berpotensi bertambah. Pemerintah daerah akan terus memperbarui data sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4619 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2425 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2078 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1679 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1120 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun