Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




130,5 Hektare Lahan Sawah di Jembrana Terdampak Kekeringan

Sabtu, 22 Agustus 2026, 17:21 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/130,5 Hektare Lahan Sawah di Jembrana Terdampak Kekeringan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Musim kemarau berkepanjangan mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Jembrana, Bali. Berdasarkan pemutakhiran data per 20 Agustus 2026, luas lahan pertanian yang terdampak kekeringan telah mencapai 130,5 hektare.

Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan tanaman padi. Komoditas jagung juga mulai terdampak, terutama di wilayah Kecamatan Pekutatan.

Data Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana menunjukkan, lahan pertanian yang terdampak kekeringan tersebar di lima kecamatan, yakni Negara, Jembrana, Melaya, Mendoyo dan Pekutatan.

Mayoritas lahan terdampak merupakan areal tanaman padi. Kondisi tersebut terjadi seiring semakin terbatasnya pasokan air untuk memenuhi kebutuhan pengairan persawahan.

Di sejumlah lokasi, petani terpaksa mengatur distribusi air secara bergiliran. Sumber air yang masih tersedia terus dimanfaatkan untuk mempertahankan tanaman, termasuk dengan mengandalkan sumur bor.

Namun, keterbatasan air membuat tidak seluruh areal persawahan dapat memperoleh pengairan secara maksimal. Dalam data terbaru, terdapat tanaman padi yang telah mengalami puso, sementara sebagian lainnya masih berupaya dipertahankan agar tidak mengalami kerusakan lebih parah.

Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan terus memantau perkembangan kondisi lahan serta tanaman yang terdampak kekeringan. Optimalisasi sumber air yang masih tersedia juga dilakukan untuk membantu petani menghadapi kondisi kemarau yang masih berlangsung.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, I Putu Eka Arta, mengatakan pemantauan terhadap lahan terdampak akan terus dilakukan seiring kondisi kemarau yang masih berlangsung.

"Petani juga diimbau berkoordinasi dalam mengatur pola tanam dan penggunaan sumber air. Langkah tersebut diperlukan agar pasokan air yang terbatas dapat dimanfaatkan secara lebih optimal," katanya.

Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, luas lahan pertanian terdampak kekeringan di Jembrana masih berpotensi bertambah. Pemerintah daerah akan terus memperbarui data sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami