Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 26 Agustus 2026
Azko Ajak Masyarakat Bijak Kelola Baterai, Jangan Buang Sembarangan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Baterai menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Benda kecil ini digunakan untuk berbagai perangkat, mulai dari remote, jam, mouse, senter hingga mainan. Namun, ketika masa pakainya berakhir, baterai tidak seharusnya diperlakukan seperti sampah rumah tangga biasa.
Baterai bekas merupakan bagian dari limbah elektronik atau e-waste yang perlu dikelola secara tepat. Masyarakat pun diajak lebih bijak, bukan hanya dalam memilih dan menggunakan baterai, tetapi juga memastikan baterai yang sudah tidak terpakai disalurkan melalui jalur pengelolaan yang sesuai.
Ajakan tersebut disampaikan AZKO, brand inspirasi dan koleksi produk dari A sampai Z di bawah naungan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) (ACES). Ada sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk memperpanjang masa penggunaan baterai sekaligus mengurangi timbulan limbah elektronik.
Pilih Baterai yang Bisa Digunakan Kembali
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memilih baterai rechargeable atau baterai isi ulang. Jenis baterai ini dapat digunakan kembali setelah diisi daya sehingga membantu mengurangi frekuensi penggunaan baterai sekali pakai.
AZKO menyediakan sejumlah pilihan baterai rechargeable, salah satunya KRISBOW Baterai Rechargeable AA Set 4 pcs dengan kapasitas 2.500 mAh. Produk tersebut diklaim memiliki tingkat pengosongan daya yang rendah, masa simpan hingga lima tahun, serta bebas kadmium dan merkuri.
Dengan ukuran AA yang umum digunakan, baterai tersebut dapat digunakan pada berbagai perangkat sehari-hari seperti remote control, jam, mainan anak, kamera digital, wireless keyboard dan mouse, game controller, senter hingga sejumlah peralatan rumah tangga.
Penggunaan baterai isi ulang untuk perangkat yang dipakai secara rutin dapat menjadi salah satu kebiasaan sederhana untuk mengurangi pembelian baterai sekali pakai. Langkah tersebut sekaligus membantu menekan jumlah limbah baterai yang dihasilkan.
Jangan Terburu-buru Mengganti Baterai
Selain memilih baterai yang dapat digunakan kembali, masyarakat juga dapat memaksimalkan masa pakainya. Salah satunya dengan memastikan kondisi baterai sebelum memutuskan menggantinya.
AZKO menyediakan KRISBOW Charger Baterai Universal 6 Slot yang dapat mengisi hingga enam baterai sekaligus. Perangkat tersebut dilengkapi sistem auto cut-off yang menghentikan pengisian ketika baterai sudah penuh serta indikator LED untuk memantau proses pengisian.
Charger tersebut kompatibel dengan baterai D, C, AA, AAA dan 9V. Dengan memanfaatkan charger sesuai kebutuhan, penggunaan baterai dapat dilakukan secara lebih efisien.
AZKO juga memiliki KRISBOW Baterai Tester yang dapat digunakan untuk memeriksa kondisi baterai berukuran AA, AAA, C, D dan 9V. Alat tersebut dilengkapi pointer serta skala tiga warna untuk membantu pengguna mengetahui kondisi baterai.
Dengan memeriksa baterai terlebih dahulu, masyarakat dapat mengetahui apakah baterai masih layak digunakan, mulai lemah atau memang sudah perlu diganti. Kebiasaan ini dapat membantu mencegah penggantian baterai yang sebenarnya masih dapat digunakan.
Baterai Bekas Jangan Dibuang Bersama Sampah Rumah Tangga
Ketika baterai sudah benar-benar tidak dapat digunakan, tahap berikutnya yang tidak kalah penting adalah pengelolaannya.
Permen LHK Nomor 9 Tahun 2024 mengatur pengelolaan sampah yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan limbah B3. Regulasi tersebut mengatur pemilahan sampah yang mengandung B3 dan/atau limbah B3 sejak dari sumbernya, termasuk barang elektronik yang sudah tidak digunakan.
Karena itu, baterai bekas sebaiknya tidak langsung dicampurkan dengan sampah rumah tangga. Masyarakat perlu memilah dan menyalurkannya melalui fasilitas atau jalur pengelolaan yang sesuai.
Risiko pengelolaan yang tidak tepat juga menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam laporan Throwing Away Our Health yang diterbitkan pada 2025, WHO menjelaskan bahwa baterai merupakan salah satu contoh e-waste. Pengelolaan, daur ulang, dan pembuangan yang tidak memadai dapat menyebabkan senyawa berbahaya terlepas ke lingkungan.
WHO juga mencatat bahwa e-waste dapat mengandung berbagai zat berbahaya, termasuk logam berat seperti timbal, merkuri dan kadmium. Jika ditangani dengan cara yang tidak tepat, zat-zat tersebut dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan risiko kesehatan.
Ada Tempat Menyalurkan Baterai Bekas
Untuk membantu masyarakat menyalurkan perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai, AZKO menyediakan program BISA BAIK (Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik).
Program yang telah berjalan sejak 2023 tersebut menyediakan dropbox di 24 toko AZKO yang tersebar di 17 kota, termasuk Bali. Wadah tersebut dapat digunakan untuk mengumpulkan berbagai jenis sampah elektronik dari berbagai merek, termasuk baterai dan perangkat elektronik lainnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, AZKO juga memberikan diskon tambahan sebesar 10 persen untuk setiap pembelian produk elektronik pilihan di AZKO.
Head of Corporate Communications & Sustainability PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Melinda Pudjo, mengatakan pengelolaan produk tidak berhenti ketika produk tersebut dibeli dan digunakan konsumen.
“Bagi kami, komitmen keberlanjutan berarti bertanggung jawab atas produk yang kami hadirkan, tidak hanya saat digunakan, tetapi hingga akhir masa pakainya. Karena itu, kami berupaya menghadirkan pilihan produk yang membantu masyarakat menggunakannya secara lebih bijak, sekaligus menyediakan akses penyaluran bagi perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai melalui BISA BAIK dengan AZKO. Melalui upaya ini, kami ingin mendorong kesadaran dan kebiasaan yang lebih bertanggung jawab, baik dari sisi konsumen maupun kami sebagai penyedia produk.”
Penggunaan baterai secara bijak pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan memilih produk yang tepat. Masyarakat juga perlu memperpanjang masa pakai, memeriksa kondisi sebelum mengganti, serta memilah dan menyalurkan baterai yang sudah tidak terpakai melalui jalur pengelolaan yang sesuai agar tidak menjadi sumber persoalan lingkungan dan kesehatan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4667 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2480 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2114 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1737 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1165 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun