Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 23 Oktober 2026
11 Bus Listrik Trans Sarbagita Diuji Coba Oktober, Koridor Awal GOR Ngurah Rai-GWK
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Provinsi Bali mulai menyiapkan langkah menuju transportasi publik berbasis energi bersih dengan menguji coba 11 unit bus listrik Trans Sarbagita pada Oktober 2026.
Armada tersebut direncanakan beroperasi di Koridor I Trans Sarbagita dengan rute GOR Ngurah Rai hingga kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bali I Kadek Mudarta mengatakan uji coba menjadi tahap awal sebelum layanan bus listrik dikembangkan ke jaringan koridor lainnya.
“Bus listrik mungkin kita akan mulai dicobakan, targetnya sih di bulan depan atau di bulan Oktober,” kata Kepala Dishub Bali I Kadek Mudarta, Senin, 24 Agustus 2026.
Berbeda dengan bus merah Trans Metro Dewata (TMD) yang menggunakan skema pembelian layanan atau buy the service, armada bus listrik ini nantinya menjadi aset Pemerintah Provinsi Bali. Bus tersebut akan beroperasi di bawah layanan bus biru Trans Sarbagita.
Sebanyak 11 armada itu merupakan bagian dari proyek Bali E-Mobility. Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah Korea melalui kerja sama dengan Global Green Growth Institute (GGGI).
Berdasarkan kajian awal, Dishub Bali akan memusatkan pengoperasian bus listrik pada Koridor I. Jalur tersebut menghubungkan kawasan GOR Ngurah Rai, Universitas Udayana (Unud), hingga GWK.
Pemilihan satu koridor sebagai lokasi awal uji coba dilakukan untuk melihat kesiapan operasional sekaligus mengevaluasi pelayanan kepada masyarakat. Hasil evaluasi nantinya menjadi pertimbangan dalam menentukan pengembangan jaringan bus listrik ke rute lainnya.
Persoalan tarif juga masih menjadi pembahasan. Dishub Bali belum menetapkan apakah penumpang akan mendapatkan layanan gratis selama masa uji coba atau tetap dikenakan tarif.
Jika nantinya layanan bus listrik berjalan secara reguler, tarif akan mengikuti ketentuan transportasi publik yang berlaku. Struktur tarif direncanakan membedakan penumpang umum, pelajar, dan penyandang disabilitas.
Dari sisi infrastruktur, Dishub Bali tidak perlu melakukan perubahan besar terhadap halte yang sudah tersedia di sepanjang rute Trans Sarbagita. Fasilitas utama yang perlu disiapkan adalah stasiun pengisian daya baterai atau charging station.
Fasilitas pengisian daya disiapkan di kawasan GOR Ngurah Rai sebagai titik awal perjalanan bus. Lokasi tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional armada selama pelayanan.
Selain itu, pengisian ulang baterai pada malam hari akan dilakukan di kantor Dishub Bali.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali mendorong penggunaan kendaraan rendah emisi sekaligus mempercepat transisi energi hijau pada sektor transportasi publik. (sumber: metrotvnews.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4544 Kali
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 4010 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2334 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2150 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2141 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan