Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




CFD Kerobokan Perdana Jadi Langkah Baru Tata Kota

Senin, 31 Agustus 2026, 09:51 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemkab Badung/CFD Kerobokan Perdana Jadi Langkah Baru Tata Kota.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Desa Adat Kerobokan resmi menggelar uji coba perdana Badung First Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Teuku Umar Barat, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WITA, menghadirkan ruang publik yang bebas dari kendaraan bermotor. Program ini menjadi langkah Desa Adat Kerobokan bersama Pemerintah Kabupaten Badung dalam menciptakan lingkungan yang lebih nyaman sekaligus mendorong gaya hidup sehat masyarakat perkotaan.

Pelaksanaan CFD perdana tersebut tidak hanya diisi aktivitas olahraga. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung turut menggelar aksi penghijauan dengan menanam 200 bibit pohon di sepanjang Jalan Teuku Umar Barat.

Sementara itu, Puskesmas I Kuta Utara membuka pelayanan pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi masyarakat yang mengikuti kegiatan.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa turut memantau langsung pelaksanaan Badung First CFD.

Menurut Adi Arnawa, keberadaan ruang publik seperti CFD dapat menjadi wadah strategis bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus menikmati ruang terbuka di kawasan perkotaan.

Selain aspek kesehatan dan lingkungan, CFD Kerobokan juga memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk berjualan di sekitar kawasan kegiatan.

"Selaku pihak pemerintah, kami akan terus melaksanakan komitmen penataan infrastruktur di wilayah Kerobokan ini. Kita semua tahu bahwa di kawasan padat Kerobokan sangat susah untuk mencari ruang terbuka hijau yang representatif. Melalui momentum kegiatan pada pagi hari ini, saya melihat sebuah langkah positif yang nyata, dan kesannya masyarakat sangat menerima dengan antusias sekaligus berbahagia," kata Adi Arnawa saat memberikan keterangan di tengah kerumunan warga.

Bupati Adi Arnawa menegaskan pelaksanaan CFD sepanjang kurang dari 1 kilometer tersebut masih berada pada tahap uji coba. Pemerintah Kabupaten Badung akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaannya.

Pemkab Badung juga berencana melanjutkan penataan visual Jalan Teuku Umar Barat hingga menuju perempatan Petitenget. Penataan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mengurangi titik kemacetan di kawasan Kuta Utara.

Dalam jangka panjang, koridor jalan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi ruang publik yang lebih produktif, aman, dan ramah bagi pejalan kaki.

"Meskipun ini baru uji coba dengan jarak yang relatif pendek, kami bergerak cepat. Saya sudah menghubungi Kepala Dinas PUPR Badung untuk segera merancang penambahan pedestrian atau fasilitas trotoar yang lebih luas. Selain itu, Kasat Pol PP Badung juga telah diinstruksikan untuk melaksanakan penertiban terhadap bangunan-bangunan kumuh, serta Kadis DLHK untuk melakukan program beautifikasi atau memperindah estetika di sepanjang jalan strategis ini," tutur Bupati Badung memaparkan rencana taktisnya.

Bendesa Adat Kerobokan Anak Agung Ngurah Putra Suryaninggrat mengatakan Badung First CFD merupakan gagasan dan inisiatif para prajuru desa bersama organisasi yowana Desa Adat Kerobokan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan hari bebas kendaraan bermotor, tetapi juga menjadi bentuk penerapan nilai kearifan lokal Tri Hita Karana, khususnya hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan atau Palemahan.

"Pada kesempatan yang baik ini, saya mewakili krama desa menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang secara masif telah menata dan memperindah kawasan jalan ini. Kita semua ingat dulu jalan ini masih sangat sempit dan belum memiliki fasilitas pedestrian atau trotoar yang lebar seperti sekarang. Astungkara, sekarang pemandangan wilayah kami sudah jauh lebih indah, jalanan rapi, dan fasilitas trotoarnya sudah sangat lebar untuk kenyamanan bersama," jelasnya.

Pelaksanaan Badung First CFD juga melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah. Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Badung I Wayan Sandra, kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa beserta unsur Tripika kecamatan, Lurah Kerobokan Kelod I Made Wistawan, Lurah Kerobokan Ni Putu Budhiyani, Lurah Kerobokan Kaja I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, kepala lingkungan, prajuru se-Desa Adat Kerobokan, serta berbagai komunitas masyarakat.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Badung



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami