Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




AJI Latih Jurnalis Bali Hadapi Manipulasi Informasi

Senin, 31 Agustus 2026, 20:57 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/AJI Latih Jurnalis Bali Hadapi Manipulasi Informasi.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Polandia membekali jurnalis dengan kemampuan menghadapi manipulasi informasi yang semakin marak di ruang digital.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 29-30 Agustus 2026, digelar di Denpasar dan diikuti 25 jurnalis dari Bali, Jawa Timur serta Kalimantan Timur.

Kegiatan tersebut menghadirkan trainer dari AJI Indonesia, Adi Marsiela dan Nurika Manan, serta narasumber tamu dari kalangan akademisi. Para peserta tidak hanya memperoleh materi secara teori, tetapi juga menjalani praktik menggunakan sejumlah sumber terbuka untuk mendeteksi dan memverifikasi informasi.

Ketua AJI Kota Denpasar Ni Kadek Novi Febriani mengatakan pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas jurnalis dalam menjalankan tugas menyampaikan informasi aktual dan akurat kepada masyarakat.

"Sebagaimana kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Pesatnya perkembangan ruang digital memang memperluas akses informasi, namun di sisi lain juga membuka celah bagi maraknya manipulasi informasi, mulai dari misinformasi, disinformasi, dan propaganda hingga Foreign Information Manipulation and Interference (FIMI) yang dilakukan oleh aktor-aktor tertentu untuk memengaruhi opini publik." Jelas, Febri.

Menurut Febri, praktik manipulasi informasi kini semakin kompleks dan merambah berbagai isu, mulai politik, ekonomi, investasi, lingkungan hingga geopolitik.

Kondisi tersebut membuat media memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada publik telah melalui proses verifikasi. Namun, masih terdapat kesenjangan kapasitas dan perangkat yang dimiliki sebagian profesional media untuk mendeteksi serta memverifikasi narasi yang menyesatkan.

Trainer AJI Indonesia Adi Marsiela menilai Denpasar menjadi lokasi yang menarik untuk pelatihan mengenai Foreign Information Manipulation and Interference (FIMI).

Menurut Adi, posisi Bali sebagai kawasan yang menjadi melting pot membuat berbagai informasi yang muncul di Bali berpotensi mendapat perhatian lebih luas, termasuk di tingkat internasional. Karena itu, kemampuan jurnalis Bali dalam mengidentifikasi dugaan operasi informasi dinilai menjadi hal penting.

"Mereka menjadi tahu cara melakukan identifikasi sehingga tidak menjadi corong narasumber yang memiliki kepentingan tertentu." Kata Adi

Selama pelatihan, Adi melihat para peserta antusias mengikuti sesi praktik. Menurutnya, kemampuan tersebut penting bagi seluruh jurnalis, termasuk jurnalis lepas.

Pengetahuan mengenai identifikasi dan verifikasi informasi dinilai dapat meningkatkan daya jual jurnalis kepada media sekaligus membuka peluang menghasilkan konten yang lebih beragam.

Adi berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diterapkan dalam peliputan dengan menggunakan isu maupun topik lokal.

Trainer AJI Indonesia Nurika Manan juga menilai Bali memiliki banyak isu yang relevan untuk mengasah kemampuan jurnalis dalam mendeteksi manipulasi informasi. Sejumlah isu yang muncul dalam diskusi peserta antara lain persoalan sampah, lingkungan dan politik.

Menurut Nurika, jurnalis selama ini cenderung fokus meliput peristiwa atau isu yang sedang ramai. Padahal, terdapat berbagai hal di balik sebuah isu yang perlu ditelusuri lebih jauh. Ia menyebut materi mengenai FIMI dan DIMI menjadi salah satu topik yang paling mendapat perhatian peserta selama pelatihan.

"Penamaan FIMI dan DIMI merupakan hal yang baru meskipun fenomena ini sudah ada sejak lama. kami berharap pelatihan ini bisa memberikan tambahan skil dan integritas bagi jurnalis, sehingga tak jadi corong narasumber, namun berdampak ke publik. Ia berharap jurnalis bisa bertahan, berkolaborasi dan melawan," Kata Ika.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami