Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




APBD Perubahan Badung Naik, Infrastruktur Rp2,74 Triliun

Kamis, 3 September 2026, 19:19 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemkab Badung/APBD Perubahan Badung Naik, Infrastruktur Rp2,74 Triliun.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan penjelasan mengenai Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung di Ruang Sidang Utama Gosana, Kantor DPRD Badung, Kamis (3/9).

Rancangan Perubahan APBD Badung 2026 disusun berdasarkan evaluasi terhadap perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi prioritas pembangunan daerah, kerangka ekonomi, maupun kondisi keuangan daerah. Penyesuaian dilakukan agar program kerja pada sisa tahun anggaran dapat berjalan lancar, efektif dan efisien serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Secara umum, belanja daerah mengalami peningkatan. Yang paling penting adalah kita tetap menjaga belanja infrastruktur di posisi yang signifikan. Ini luar biasa sebagai bentuk komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif," ujar Adi Arnawa seusai rapat.

Dalam Rancangan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Badung dirancang mencapai Rp10,50 triliun lebih. Angka tersebut meningkat Rp170 miliar lebih atau 1,65 persen dibandingkan APBD Induk 2026 sebesar Rp10,33 triliun lebih.

Kenaikan pendapatan tersebut didukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dirancang mencapai Rp9.713.977.236.804. Sementara Pendapatan Transfer sebesar Rp787,82 miliar lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp3 miliar.

Di sisi belanja, Pemkab Badung merancang anggaran sebesar Rp13.089.787.587.855 atau Rp13,08 triliun lebih. Nilai tersebut meningkat 13,56 persen dibandingkan APBD Induk 2026.

Postur belanja tersebut terdiri atas Belanja Operasi Rp6,27 triliun, Belanja Modal Rp4,82 triliun, Belanja Tidak Terduga Rp129,09 miliar dan Belanja Transfer Rp1,86 triliun.

Untuk pembiayaan daerah, Penerimaan Pembiayaan bersumber dari SILPA tahun sebelumnya sebesar Rp1,19 triliun. Selain itu, terdapat Pembiayaan Utang atau Pinjaman Daerah sebesar Rp1,97 triliun yang dialokasikan khusus untuk pembangunan jalan.

Pemkab Badung juga mengarahkan anggaran untuk sejumlah sektor prioritas. Pendidikan Inklusif dan Berdaya Saing mendapat alokasi Rp723,75 miliar atau 20,61 persen dari total belanja.

Selanjutnya, anggaran Peningkatan Derajat Kesehatan mencapai Rp399,14 miliar, Pelestarian Adat, Tradisi dan Seni Budaya Rp312,91 miliar, serta Penguatan Pengelolaan Persampahan Rp331,49 miliar.

Namun, porsi terbesar diarahkan untuk pembangunan infrastruktur terpadu melalui penyelenggaraan jalan. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp2,74 triliun.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari respons Pemkab Badung terhadap sejumlah persoalan yang dinilai krusial bagi masyarakat, khususnya sektor pariwisata dan lalu lintas.

"Eksekutif dan legislatif hadir bersama untuk menyikapi berbagai problema di Kabupaten Badung, khususnya penanganan kepariwisataan. Isu infrastruktur, dalam hal ini kemacetan, menjadi isu yang paling sering muncul di media sosial," tegas Wayan Adi Arnawa.

Menurut Bupati, performa APBD Perubahan 2026 menunjukkan keseriusan pemerintah daerah bersama legislatif dalam menangani berbagai persoalan yang terjadi di Badung. Fokus anggaran diarahkan pada pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan sektor pariwisata.

"Dari performa APBD ini terlihat jelas bahwa eksekutif dan legislatif berkomitmen menyelesaikan atau meminimalkan permasalahan yang ada dengan memfokuskan anggaran pada pembangunan infrastruktur kepariwisataan," tutupnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Badung



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami