Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Erupsi Anak Krakatau Ganggu 108 Penerbangan di Bali, 13 Ribu Penumpang Terdampak
bbn/dok beritabali.com/Erupsi Anak Krakatau Ganggu 108 Penerbangan di Bali, 13 Ribu Penumpang Terdampak.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda turut mengganggu aktivitas penerbangan dari dan menuju Bali. Lebih dari 13 ribu calon penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terdampak selama periode Minggu (6/9/2026) hingga Senin (7/9/2026).
Gangguan tersebut terjadi setelah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebabkan semburan material vulkanik dan berdampak terhadap ruang udara di sejumlah wilayah. Kondisi ini kemudian memengaruhi konektivitas penerbangan Bali dengan sejumlah bandara di Pulau Jawa.
Head of Communication & Legal Division Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan jumlah penumpang terdampak tercatat berdasarkan rekapitulasi operasional sejak Minggu pukul 07.00 WITA hingga Senin pukul 11.00 WITA.
"Adapun jumlah penumpang yang terdampak pada periode tersebut sebanyak kurang lebih 13 ribu penumpang, yang terbagi atas 4,4 ribu penumpang rute kedatangan dan 8,7 ribu penumpang rute keberangkatan," kata Gede Eka, Senin (7/9/2026).
Selain berdampak terhadap penumpang, erupsi juga menyebabkan perubahan pada jadwal penerbangan. Sebanyak 108 jadwal penerbangan mengalami pembatalan maupun pergeseran jadwal.
Rute Bali-Jawa menjadi salah satu konektivitas yang paling terdampak. Sejumlah penerbangan yang terhubung dengan Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, serta Bandara Husein Sastranegara di Bandung mengalami gangguan.
Untuk penerbangan menuju Bali, sebanyak 43 penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan. Kemudian lima penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma dan tiga penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara juga mengalami pembatalan.
Dari sisi keberangkatan Bandara I Gusti Ngurah Rai, 51 penerbangan dengan tujuan Soekarno-Hatta dibatalkan. Sementara penerbangan tujuan Halim Perdanakusuma dan Husein Sastranegara masing-masing tercatat tiga penerbangan yang dibatalkan.
Dampak tersebut berkaitan dengan kondisi ruang udara di wilayah Banten, Jawa Barat hingga Lampung yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penutupan sementara sejumlah ruang udara membuat pergerakan pesawat pada rute-rute tertentu dari dan menuju Bali ikut terganggu.
Meski demikian, kondisi operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai secara umum tetap berjalan. Layanan penerbangan domestik menuju sejumlah daerah di luar rute terdampak serta penerbangan internasional masih berlangsung.
"Selaku pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai kami berkoordinasi dengan sejumlah instansi, utamanya dengan maskapai penerbangan untuk terus melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang penerbangan terdampak yang telah berada di bandara, serta dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.
Untuk membantu calon penumpang yang masih tertahan di terminal, pihak pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai juga memberikan bantuan berupa makanan ringan dan minuman.
Calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju Bali diminta mengecek kembali status penerbangannya kepada maskapai sebelum berangkat ke bandara. Informasi terkait operasional bandara juga dapat diperoleh melalui layanan InJourney Airports di nomor 172. (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5729 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2545 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan