Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 7 September 2026
Bangunan Pasar Anyar Singaraja Retak, Revitalisasi Butuh Rp100 Miliar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kondisi bangunan Pasar Anyar Singaraja yang mengalami keretakan mendapat perhatian serius DPRD Buleleng. Pemerintah Kabupaten Buleleng didesak segera melakukan revitalisasi karena kondisi bangunan dikhawatirkan membahayakan pedagang maupun pengunjung.
Ketua Komisi III DPRD Buleleng I Ketut Susila Umbara mengatakan, revitalisasi Pasar Anyar seharusnya dilakukan bersamaan dengan penataan kawasan Jalan Diponegoro yang saat ini tengah dirancang Pemkab Buleleng.
Penataan tersebut diarahkan untuk menjadikan kawasan Jalan Diponegoro sebagai pusat kuliner dan ruang publik baru yang nantinya terhubung hingga kawasan Pelabuhan Tua Buleleng.
Menurut Susila Umbara, momentum penataan kawasan tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk sekaligus memperbaiki kondisi Pasar Anyar yang konstruksi bangunannya dinilai sudah membahayakan.
"Harusnya penataan kawasan juga dilakukan berbarengan dengan revitalisasi Pasar Anyar, karena konstruksi bangunannya sudah sangat berbahaya. Jangan sampai penataan selesai, pasarnya ambruk. Akhirnya kerja dua kali," kata Susila Umbara, ditemui Senin (7/9).
Menanggapi desakan tersebut, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengakui Pemkab Buleleng memang telah memiliki rencana revitalisasi Pasar Anyar. Rencana tersebut salah satunya didorong oleh keluhan pedagang yang merasa khawatir beraktivitas di lantai dua akibat kondisi bangunan yang mengalami keretakan.
Namun, revitalisasi Pasar Anyar membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Sutjidra menyebut kebutuhan dana untuk proyek tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar.
Karena nilai anggaran yang besar, Pemkab Buleleng terlebih dahulu akan menyusun kajian perencanaan dan penganggaran. Pemerintah daerah juga berencana mengajukan proposal bantuan anggaran kepada pemerintah pusat.
"Memang ada rencana ke arah sana (revitalisasi). Direvitalisasi dari selatan sampai utara. Anggaran sangat besar. Jadi perlu dibuat kajian perencanaan dan penganggaran dulu. Kami juga akan mencoba mengajukan proposal ke pusat, agar dibantu," jelas Sutjidra.
Selain persoalan anggaran, pemerintah juga menghadapi tantangan lain apabila revitalisasi Pasar Anyar benar-benar dilaksanakan. Sebanyak 3.000 pedagang yang saat ini beraktivitas di pasar tersebut harus mendapatkan lokasi relokasi sementara.
Pemkab Buleleng masih mencari solusi untuk tempat relokasi para pedagang sekaligus mencari sumber anggaran yang memungkinkan proyek revitalisasi dapat direalisasikan.
"Di Pasar Anyar itu kan ada 3.000 pedagang. Kalau pasarnya direvitalisasi, harus direlokasi kemana. Ini masih kami carikan solusinya, sambil mencari celah anggarannya agar bisa direvitaliasi," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3200 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 675 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 653 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman