Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Bangunan Pasar Anyar Singaraja Retak, Revitalisasi Butuh Rp100 Miliar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kondisi bangunan Pasar Anyar Singaraja yang mengalami keretakan mendapat perhatian serius DPRD Buleleng. Pemerintah Kabupaten Buleleng didesak segera melakukan revitalisasi karena kondisi bangunan dikhawatirkan membahayakan pedagang maupun pengunjung.
Ketua Komisi III DPRD Buleleng I Ketut Susila Umbara mengatakan, revitalisasi Pasar Anyar seharusnya dilakukan bersamaan dengan penataan kawasan Jalan Diponegoro yang saat ini tengah dirancang Pemkab Buleleng.
Penataan tersebut diarahkan untuk menjadikan kawasan Jalan Diponegoro sebagai pusat kuliner dan ruang publik baru yang nantinya terhubung hingga kawasan Pelabuhan Tua Buleleng.
Menurut Susila Umbara, momentum penataan kawasan tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk sekaligus memperbaiki kondisi Pasar Anyar yang konstruksi bangunannya dinilai sudah membahayakan.
"Harusnya penataan kawasan juga dilakukan berbarengan dengan revitalisasi Pasar Anyar, karena konstruksi bangunannya sudah sangat berbahaya. Jangan sampai penataan selesai, pasarnya ambruk. Akhirnya kerja dua kali," kata Susila Umbara, ditemui Senin (7/9).
Menanggapi desakan tersebut, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengakui Pemkab Buleleng memang telah memiliki rencana revitalisasi Pasar Anyar. Rencana tersebut salah satunya didorong oleh keluhan pedagang yang merasa khawatir beraktivitas di lantai dua akibat kondisi bangunan yang mengalami keretakan.
Namun, revitalisasi Pasar Anyar membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Sutjidra menyebut kebutuhan dana untuk proyek tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar.
Karena nilai anggaran yang besar, Pemkab Buleleng terlebih dahulu akan menyusun kajian perencanaan dan penganggaran. Pemerintah daerah juga berencana mengajukan proposal bantuan anggaran kepada pemerintah pusat.
"Memang ada rencana ke arah sana (revitalisasi). Direvitalisasi dari selatan sampai utara. Anggaran sangat besar. Jadi perlu dibuat kajian perencanaan dan penganggaran dulu. Kami juga akan mencoba mengajukan proposal ke pusat, agar dibantu," jelas Sutjidra.
Selain persoalan anggaran, pemerintah juga menghadapi tantangan lain apabila revitalisasi Pasar Anyar benar-benar dilaksanakan. Sebanyak 3.000 pedagang yang saat ini beraktivitas di pasar tersebut harus mendapatkan lokasi relokasi sementara.
Pemkab Buleleng masih mencari solusi untuk tempat relokasi para pedagang sekaligus mencari sumber anggaran yang memungkinkan proyek revitalisasi dapat direalisasikan.
"Di Pasar Anyar itu kan ada 3.000 pedagang. Kalau pasarnya direvitalisasi, harus direlokasi kemana. Ini masih kami carikan solusinya, sambil mencari celah anggarannya agar bisa direvitaliasi," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5730 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2545 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan