Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bangunan Pasar Anyar Singaraja Retak, Revitalisasi Butuh Rp100 Miliar

Senin, 7 September 2026, 17:17 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bangunan Pasar Anyar Singaraja Retak, Revitalisasi Butuh Rp100 Miliar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kondisi bangunan Pasar Anyar Singaraja yang mengalami keretakan mendapat perhatian serius DPRD Buleleng. Pemerintah Kabupaten Buleleng didesak segera melakukan revitalisasi karena kondisi bangunan dikhawatirkan membahayakan pedagang maupun pengunjung.

Ketua Komisi III DPRD Buleleng I Ketut Susila Umbara mengatakan, revitalisasi Pasar Anyar seharusnya dilakukan bersamaan dengan penataan kawasan Jalan Diponegoro yang saat ini tengah dirancang Pemkab Buleleng.

Penataan tersebut diarahkan untuk menjadikan kawasan Jalan Diponegoro sebagai pusat kuliner dan ruang publik baru yang nantinya terhubung hingga kawasan Pelabuhan Tua Buleleng.

Menurut Susila Umbara, momentum penataan kawasan tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk sekaligus memperbaiki kondisi Pasar Anyar yang konstruksi bangunannya dinilai sudah membahayakan.

"Harusnya penataan kawasan juga dilakukan berbarengan dengan revitalisasi Pasar Anyar, karena konstruksi bangunannya sudah sangat berbahaya. Jangan sampai penataan selesai, pasarnya ambruk. Akhirnya kerja dua kali," kata Susila Umbara, ditemui Senin (7/9).

Menanggapi desakan tersebut, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengakui Pemkab Buleleng memang telah memiliki rencana revitalisasi Pasar Anyar. Rencana tersebut salah satunya didorong oleh keluhan pedagang yang merasa khawatir beraktivitas di lantai dua akibat kondisi bangunan yang mengalami keretakan.

Namun, revitalisasi Pasar Anyar membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Sutjidra menyebut kebutuhan dana untuk proyek tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Karena nilai anggaran yang besar, Pemkab Buleleng terlebih dahulu akan menyusun kajian perencanaan dan penganggaran. Pemerintah daerah juga berencana mengajukan proposal bantuan anggaran kepada pemerintah pusat.

"Memang ada rencana ke arah sana (revitalisasi). Direvitalisasi dari selatan sampai utara. Anggaran sangat besar. Jadi perlu dibuat kajian perencanaan dan penganggaran dulu. Kami juga akan mencoba mengajukan proposal ke pusat, agar dibantu," jelas Sutjidra.

Selain persoalan anggaran, pemerintah juga menghadapi tantangan lain apabila revitalisasi Pasar Anyar benar-benar dilaksanakan. Sebanyak 3.000 pedagang yang saat ini beraktivitas di pasar tersebut harus mendapatkan lokasi relokasi sementara.

Pemkab Buleleng masih mencari solusi untuk tempat relokasi para pedagang sekaligus mencari sumber anggaran yang memungkinkan proyek revitalisasi dapat direalisasikan.

"Di Pasar Anyar itu kan ada 3.000 pedagang. Kalau pasarnya direvitalisasi, harus direlokasi kemana. Ini masih kami carikan solusinya, sambil mencari celah anggarannya agar bisa direvitaliasi," tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami