Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Ngaku Pecalang, Pria Minta Uang Rp120 Ribu di Warung Gunung Soputan Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Video viral di media sosial TikTok memperlihatkan seorang pria yang mengaku sebagai Pecalang dan meminta uang Banjar serta uang keamanan Pecalang kepada pemilik warung di Denpasar.
Menindaklanjuti video tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Pemecutan Kelod bersama Babinsa turun langsung ke lokasi untuk memastikan persoalan tersebut ditangani dengan baik pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 12.30 WITA.
Bhabinkamtibmas Desa Pemecutan Kelod Aiptu I Made Murdana bersama Babinsa Sertu Tony Cahyono mendampingi Perbekel Desa Pemecutan Kelod I Wayan Tantra serta Kelian Adat Banjar Abiantimbul untuk menindaklanjuti informasi yang beredar melalui akun TikTok Lisa Fiesta Aurora dan akun TikTok Bali Berkabar.
Dalam video tersebut, seorang pria berinisial I Ketut Suandita asal Gianyar diduga mengaku sebagai Pecalang dan meminta sejumlah uang kepada pemilik warung.
Peristiwa itu terjadi di Warung Nasi Campur Jawa milik Sri Jumalis yang berlokasi di Jalan Gunung Soputan. Saat mendatangi warung tersebut, I Ketut Suandita diketahui menerima uang sebesar Rp120.000.
Berdasarkan keterangan kepolisian, yang bersangkutan sebelumnya disebut sudah beberapa kali melakukan tindakan serupa di wilayah Denpasar Timur dan Denpasar Utara.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan pihak korban telah memaafkan yang bersangkutan. Penyelesaian kemudian disepakati melalui pembuatan surat pernyataan sebagai bentuk pertanggungjawaban agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kejadian ini telah ditindak lanjut atas informasi yang beredar di media sosial sekaligus untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, pelaku akan membuat surat pernyataan dan diberikan pembinaan,” ujarnya, Kamis (17/9/2026) di Denpasar.
Atas saran Perbekel Desa Pemecutan Kelod, surat pernyataan tersebut nantinya ditembuskan kepada Kapolsek Ubud, Koramil Ubud, Kepala Desa/Perbekel Mas Ubud, Bendesa Adat Mas, serta Kelian Adat Banjar Bangkilesan, Mas, Ubud yang merupakan daerah tempat tinggal yang bersangkutan.
Polresta Denpasar mengimbau masyarakat agar tidak mudah mengatasnamakan lembaga adat, Pecalang maupun organisasi tertentu untuk kepentingan pribadi.
Masyarakat yang menemukan tindakan mencurigakan atau meresahkan juga diminta segera melaporkannya kepada aparat keamanan agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 538 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 393 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 393 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan