Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Isu Penyerangan Jimbaran Ternyata Hanya Dipicu Persoalan Asmara Pemuda

Rabu, 23 September 2026, 10:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Isu Penyerangan Jimbaran Ternyata Hanya Dipicu Persoalan Asmara Pemuda.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Isu penyerangan yang membuat warga Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, berjaga-jaga pada Selasa (22/9/2026) malam ternyata berawal dari persoalan asmara antara dua pemuda.

Ketegangan sempat terjadi di kawasan Karang Mas, tepatnya di depan Hotel Ayana Jimbaran, sekitar pukul 21.45 Wita. Informasi mengenai dugaan penyerangan remaja dari luar Jimbaran kemudian menyebar hingga membuat sejumlah warga melakukan patroli secara spontan.

Situasi tersebut juga viral di media sosial. Pengurus Jimbaran Bersatu bersama perwakilan prajuru adat kemudian turun menenangkan warga. Pihak desa juga berkoordinasi dengan Polsek Kuta Selatan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adhi Saputra Jaya SH mengatakan, persoalan yang menjadi pemicu awal merupakan masalah asmara dan kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan.

Pelapor berinisial IGKA (23), warga Taman Baruna Gg. Asri Mandiri, Lingkungan Perarudan, Jimbaran, Kuta Selatan. Sementara pihak yang dilaporkan berinisial IKAP (19), warga Sading, Mengwi, Badung.

Berdasarkan keterangan IGKA kepada polisi, sekitar tiga minggu sebelumnya ia sempat menghubungi mantan pacarnya bernama Carolin melalui WhatsApp.

Kemudian pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 11.37 Wita, IGKA yang sedang bekerja di salah satu hotel di kawasan Jimbaran menerima pesan WhatsApp dari seseorang bernama Boyka yang mengaku sebagai pacar Carolin.

Boyka kemudian mengajak IGKA bertemu. IGKA yang merasa bersalah sempat meminta maaf karena telah menghubungi Carolin. Namun, ajakan berdamai tersebut disebut tidak diterima dan Boyka tetap meminta bertemu.

Karena merasa khawatir terhadap keselamatan dirinya, IGKA akhirnya menyetujui ajakan bertemu sesuai lokasi yang dibagikan atau sharelock di Jalan Kampus Unud. Namun, IGKA tidak datang ke lokasi tersebut.

Persoalan kemudian berlanjut setelah IGKA mengaku mendapat ancaman akan dicari hingga ke rumahnya. Karena merasa terancam, IGKA akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta Selatan.

Di tengah persoalan tersebut, beredar informasi mengenai adanya rencana penyerangan yang melibatkan remaja dari luar Jimbaran. Informasi itu kemudian memicu kewaspadaan warga hingga sejumlah masyarakat melakukan penjagaan dan patroli.

Iptu Gede Adhi mengatakan situasi di Jimbaran saat ini telah kondusif dan penanganan perkara dilakukan Polsek Kuta Selatan.

"Sudah kondusif. Tidak ada keributan, hanya ada warga jimbaran yang berkumpul untuk mengantisipasi adanya keributan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami