Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gianyar Catat 23 Kasus Kekerasan Anak

Rabu, 23 September 2026, 14:34 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Gianyar Catat 23 Kasus Kekerasan Anak.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Gianyar memperkuat pencegahan kekerasan terhadap anak melalui pelatihan manajemen kasus dan penanganan kekerasan pada anak.

Kegiatan tersebut digelar selama dua hari di Hotel Gianyar, Jalan Manik, Rabu (23/9/2026), dengan menyasar orang tua murid SMP serta Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP se-Kabupaten Gianyar.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni PS Kanit 2 Subdit IV Ditreskrimum Polda Bali I Ketut Edi Susila dan psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Bali Nena Mawar Sari.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Gianyar, Ni Ketut Widiastuti, mengatakan kekerasan terhadap anak masih menjadi ancaman yang tidak selalu terlihat maupun dilaporkan.

"Kekerasan itu seperti gunung es. Yang terlihat mungkin hanya sebagian, sementara masih ada kasus yang tidak terlihat atau tidak dilaporkan. Kita tidak mungkin berharap kasus menjadi nol, tetapi bagaimana kita bisa mencegah dan menekan kasus sekecil mungkin," ujar Widiastuti di sela-sela kegiatan.

Berdasarkan data DP3AP2KB Gianyar sepanjang 2025, tercatat 30 kasus kekerasan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 kasus di antaranya menimpa anak-anak.

Data tersebut menjadi perhatian DP3AP2KB Gianyar untuk memperkuat jejaring pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak di tingkat lingkungan masyarakat maupun sekolah.

Widiastuti menegaskan, orang tua dan guru BK memiliki peran penting dalam mengenali perubahan perilaku maupun tanda-tanda trauma yang dialami anak.

"Pencegahan bisa kita minimalisir melalui pemahaman, pola asuh yang baik, dan langkah-langkah preventif. Orang tua dan guru juga menjadi penghubung penting dalam memberikan informasi apabila menemukan atau mengetahui adanya indikasi kekerasan," jelasnya.

Melalui pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai alur manajemen kasus, aspek legalitas penanganan hukum dari kepolisian, hingga pendampingan psikologis bagi anak.

DP3AP2KB Gianyar melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga memastikan pendampingan bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami